Mengintip Sejarah Masjid Al Aqsa di Yerusalem yang Disucikan Tiga Agama

ERA.id - Dalam tiga agama samawi, sejarah Masjid Al Aqsa atau Masjidil Aqsa sangatlah panjang. Bagi umat Islam, masjid ini punya keistimewaan tersendiri sebab menjadi arah kiblat pertama—sebelum kemudian berubah ke Kabah di Makkah, Arab Saudi.

Selain itu, saat ini Masjid Al Aqsa menjadi masjid yang kerap diwarnai konflik, yaitu antara Palestina dan Israel. Kompleks ini berlokasi di wilayah Kota Tua Yerusalem. Untuk mengenal lebih jauh sejarah Masjid Al Aqsa, simak uraian berikut ini yang dirangkum Era dari berbagai sumber.

Sejarah Masjid Al Aqsa

Kubah Shakhrah di Kompleks Masjid Al Aqsa (unsplash)

Pada masa awal Islam, Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat yang dikunjungi oleh Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan Isra Mikraj. Untuk diketahui, Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa, langsung ke Sidratulmuntaha (di langit ke tujuh) pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.

Berdasarkan kisah dari berbagai sumber, bangunan asli Masjid Al Aqsa sudah tidak ada sebab gempa bumi terjadi di Jazirah Arab pada abad ke-6 dan menghancurkan bangunan tersebut.

Masjid tersebut dibangun lagi pada zaman dinasti Umayyah. Berlanjut ke era dinasti Abbasiyah, Masjid Al Aqsa direstorasi dengan arsitektur abad pertengahan.

Terdapat beberapa situs suci bersejarah di kompleks Masjid Al Aqsa dan hingga saat ini masih dilestarikan. Beberapa situs tersebut adalah Jami Al Aqsa (bangunan berkubah biru) dan Kubah Shakhrah dengan kubah emas.

Al Aqsa Jadi Situs Sejarah Yahudi, Kristen, dan Islam

Masjid Al Aqsa tidak hanya berserah bagi umat Islam di selutuh dunia, tetapi juga agama Yahudi dan Kristen. Masjid di wilayah konflik (Palestina-Israel) tersebut sudah melewati tiga masa agama samawi. Tak heran jika masjid tersebut menjadi simbol toleransi ketiga agama.

Bagi umat Islam, Al Aqsa sangat berarti karena menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan Isra Mikraj dan menjadi arah kiblat pertama.

Bagi umat Yahudi, lokasi Masjid Al Aqsa dipercaya sebagai lokasi Bait Suci pada zaman dahulu. Bait Suci merupakan bangunan suci yang dibangun oleh Sulaiman (Solomo) pada masa lalu. Selain itu, baik bagi umat Yahudi maupun Kristen, area tersebut merupakan tempat dari peristiwa Ibrahim (Abraham) akan menyembelih putranya, Ishak.

Pada zaman dahulu, wilayah tersebut penuh dengan konflik dengan latar belakang kekuasaan dan kepercayaan atau agama. Pada saat Yerusalem menjadi wilayah kekuasaan umat Islam, umat agama samawi lain masih diizinkan menjalankan kegiatan keagamannya di area kompleks tersebut.

Oleh sebab itu, Masjid Al Aqsa menjadi simbol dari toleransi. Meski demikian, seiring berjalannya waktu dan perubahan kekuasaan, berbagai konflik berbungkus agama kerap terjadi.

Masjid Al Aqsa Masa Modern

Berbagai kisah sejarah telah terjadi di Masjid Al Aqsa. Pada zaman dahulu, situs yang disucikan oleh tiga agama sawami ini mengalami berbagai perubahan fungsi tergantung pihak yang menjadi penguasa wilayah tersebut. 

Pada masa modern ini, Masjid Al Aqsa kembali menjadi area yang berisi konflik, terutama oleh bangsa Israel dan Palestina. Pada 1996 terjadi ketegangan selama beberapa hari dan menyebabkan puluhan orang tewas. Konflik tersebut berlanjut hingga tahun 2000-an.

Pada 2017 terjadi keteganan setelah tiga orang Arab-Israel melepaskan tembakan ke polisi Israel di kawasan Masjid Al Aqsa. Akhirnya, wilayah tersebut ditutup untuk sementara.

Pada Ramadan 2022, pasukan Israel menyerang masyarakat sipil dan jemaah di Masjid Al Aqsa.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan sejarah Masjid Al Aqsa. Dahulu Masjid Al Aqsa sempat menjadi area yang damai untuk ditempati berbagai umat beragama. Saat ini, masjid tersebut hanya terlindungi kedamaian semu yang rentan konflik.