Momen Kue Keranjang yang Dibagikan dalam Grebeg Sudiro Solo Ludes dalam Waktu 5 Menit

ERA.id - Ribuan warga berkumpul di depan kawasan Pasar Gede Harjonagoro pada Minggu (15/1) kemarin untuk menyaksikan karnaval budaya Grebeg Sudiro yang kembali diadakan setelah berhenti dua tahun akibat pandemi Covid-19. 

Satu per satu kelompok keluar dengan rombongannya. Ada 56 kelompok dengan 2.000 peserta yang tampil dalam acara Grebeg Sudiro tahun ini.

Mereka mengusung semangat kebhinekaan dan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang mewarnai kelurahan Sudiroprajan, tempat kirab ini diselenggarakan.  

Setelah kirab selesai diarak, warga yang sudah memadati depan kawasan Pasar Gede tersebut mulai menunggu. Mereka bersiap memperebutkan 4.000 bungkus kue keranjang yang disiapkan panitia.  

Beberapa waktu kemudian, kue keranjang mulai dibagikan. Ada beberapa titik pembagian, namun sebelum aba-aba dimulai, ada beberapa warga yang mencuri start dan menyebabkan jodhang sudah ludes tak bersisa hanya sekitar 5 menit.

”Acara ini dilatarbelakangi pertalian kebudayaan Jawa dan Tionghoa di wilayah Kelurahan Sudiroprajan. Upaya pelestarian itu dilakukan lebih luas dan beragam, di mana Grebeg Sudiro 2023 ditingkatkan hingga menjadi event budaya tingkat nasional,” kata Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2023, Arga Dwi Setiawan pada Minggu (15/1/2023).

Selama ini budaya kedua etnis itu telah berbaur dalam keseharian warga Kelurahan Sudiroprajan. Sehingga menjadi cikal bakal adanya Grebeg Sudiro yang diselenggarakan pertama kali pada 2007. Namun acara ini terpaksa absen dua kali selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

”Kami mengusung tema Merajut Harmoni dalam Kebhinekaan, untuk Grebeg Sudiro tahun ini,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Ia mengagumi akulturasi dan toleransi yang ada di Sudiroprajan.

”Sehingga akulturasi dan toleransi semacam inilah yang akan terus dikembangkan oleh Pemkot Solo,” katanya.