Masih Ingat dengan Bule Australia di Sinetron Jadul 'Cewekku Jutek'? Begini Kabarnya Sekarang

ERA.id - Kalian yang besar di tahun 2000-an tentunya pernah menonton dan ingat dengan sinetron berjudul 'Cewekku Jutek' yang dibintangi oleh Agnes Monica dan Roger Danuarta.

Sinetron yang tayang pada 2003 itu berhasil memenangkan penghargaan Panasonic Awards dengan kategori Aktris Favorit.

Jakarta serta Melbourne, Australia dipilih sebagai lokasi cerita dalam film ini.

Tak hanya melibatkan aktor dan aktris Indonesia, sinetron ini juga sempat merekrut Bule Australia sebagai pemeran pembantu dalam sinetron itu.

WNA Australia yang bernama Maurice Novoa mengaku tak bisa melupakan pengalamannya menjadi aktor Sinetron tahun 2003 tersebut.

Novoa yang saat itu berumur 27 tahun berperan sebagai Produser Musik Video.

Kepada Era, Bule Australia yang saat ini berumur 48 tahun itu mendapatkan peran setelah sutradara 'Cewekku Jutek' mewawancarai dirinya di restoran Indonesia bernama "Blok M" di Selatan Yarra, Melbourne, Australia pada Juni 2003.

"Teman saya orang Indonesia kenal dengan manager casting film itu dan mengirimkan foto saya. Saya pun diwawancarai untuk ikut dalam film," jelas Novoa kepada Era.

Maurice Novoa (Dok Istimewa)

Dia mengaku sangat bangga bisa menjadi lawan main aktris terkenal Indonesia Agnes Monica yang saat itu berumur 16 tahun dan kini mulai go internasional.

Meski hanya bermain 9 jam dalam film itu dan mendapat bayaran 120 dolar Australia, Novoa mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa.

"Saat itu saya berperan menjemput Agnes Mo di Bandara Melbourne dan scene pertama kami saat mulai masuk ke mobil limosin," jelas Novoa.

"Saat syuting, Agnes nampaknya sangat gugup dengan saya," jelas Novoa.

Novoa juga sempat membantu jalannya syuting sinetron itu di Australia.

Bahkan, dia mengaku harus berdebat dengan warga Australia lainnya di bandara saat proses syuting.

"Saya berdebat dengan sopir bus di sana karena memakirkan mobil limosin tanpa izin untuk adegan menjemput Agnes Mo di bandara," jelas Novoa.

Novoa yang mahir dalam berbahasa Indonesia itu kini berprofesi sebagai pelatih beladiri Wing Chun selama puluhan tahun.

Maurice Novoa (Dok Wikimedia Commons)