20 Tahun Sejak Rilis Daredevil Versi Ben Affleck, Sutradara Ngaku Menyesal, Kenapa?

ERA.id - Sutradara Daredevil, Mark Steven Johnson, mengaku menyesali keputusannya dalam pembuatan film yang dibintangi Ben Affleck. Mark menyesel film Daredevil memiliki cerita yang berlebihan.

Tepat 20 tahun setelah film Daredevil versi Ben Affleck dirilis, sutradara mengakui bahwa sebagian besar kegagalan di filmnya berasal dari keputusannya sendiri. Mark terlalu ambisius dalam membuat cerita hingga berujung petaka bagi film tersebut.

"Melihat ke belakang, salah satu kesalahan yang saya buat dengan film itu adalah ingin memasukkan semuanya. Saya ingin membuat cerita asal Daredevil, dan saya ingin membuat Elektra Saga dan saya ingin memperkenalkan Bullseye dan Foggy," kata Mark Steven Johnson, dikutip Variety, Kamis (16/2/2023).

Ambisi Mark yang berlebihan dengan film garapannya itu kemudian dihadapkan dengan kenyataan pahit. Ia harus memotong setengah jam durasi filmnya dan membuat jalan ceritanya seperti kisah cinta.

Kenyataan itu membuatnya menjadi terburu-buru untuk menyelesaikan film Daredevil. Bahkan beberapa bagian film terasa kurang tepat hingga menimbulkan banyak kritik dari para kritikus film.

"Ketika Anda diminta untuk memotong setengah jam dan membuatnya lebih seperti kisah cinta, hal-hal mulai terasa terburu-buru dan kurang tepat. Ini adalah hal yang disukai penggemar, ketika Anda sangat mencintai sesuatu, Anda ingin menceritakan semuanya," ungkapnya.

Diketahui Daredevil dibintangi Ben Affleck dengan lawan mainnya Jennifer Garner sebagai Elektra, Michael Clarke Duncan sebagai Kingpin, Colin Farrell sebagao Bullseye, dan Jon Favreau sebagai Foggy.

Film yang dirilis oleh 20th Century Fok ini tidak mengesankan para kritikus film. Akan tetapi film ini masih menghasilkan 179 juta dolar AS di box office. Bahkan dari pendapatan itu menghasilkan film spin-off untuk Garner lewat Elektra di tahun 2005.

Mark mengaku semula ia berencana untuk membuat film kedua Daredevil setelah Elektra. Tetapi pendapatan kotor film itu menjadi racun yang menghancurkan franchise tersebut.

Selain dinilai buruk, Daredevil versi Ben Affleck ini juga dibanjiri dengan kritik tentang pemilihan aktor. Di mana para penggemar melontarkan kritik tentang aktor yang memainkan karakter Kingpin. Penggemar menilai karakter Kingpin seharusnya dimainkan oleh orang kulit putih sesuai dengan buku komik.

Tetapi Mark memilih Michael Clarke Duncan untuk memainkan Kingpin. Mark menegaskan ia tidak menyesal telah memilih Michael untuk memainkan karakter tersebut.

"Saya tidak menyesali keputusan itu sama sekali. Michael sangat fantastis. Sulit untuk menemukan pria yang sebesar itu dan juga tangguh, dan Michael pasti pria itu. Tuhan memberkati dia," paparnya.

Sementara itu, Netflix menghidupkan kembali kisah Daredevil dengan mengganti Michael Clarke Duncan dengan Vincent D'Onofrio sebagai Kingpin. Mengenai hal tersebut, Mark mengaku hal itu tidak menjadi masalah besar. Baginya, baik Michael maupun Vincent adalah aktor yang hebat.

"Saya pikir Vincent D'Onofrio luar biasa sebagai Kingpin. Ini semua tentang menemukan aktor yang tepat untuk karakter tersebut, Anda tahu? Vincent adalah Kingpin yang hebat dan Michael adalah Kingpin yang hebat. Dan pertunjukannya luar biasa," tutupnya.