Makin Panjang, Bripka Madih Laporkan Kabid Humas Polda Metro Jaya ke Propam Mabes Polri

ERA.id - Anggota Provos Polsek Jatinegara, Bripka Madih datang ke Kantor Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, untuk melaporkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (17/2/2023).

Pengaduan ini teregister dengan nomor spsp2/1026/II/2023/Bagyanduan tertanggal 17 Februari 2023. Trunoyudo dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik.

"Jadi Kabid Humas adalah salah satu pihak yang kami laporkan sehubungan dengan dugaan pelanggaran kode etik," kata pengacara Madih, Charles Situmorang di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (17/2/2023).

Trunoyudo diadukan karena pernyataannya terkait Bripka Madih yang meminta maaf ke TG, pensiunan Polri yang disebut melakukan pemerasan dari kasus pelaporan sengketa tanah. Charles menegaskan kliennya tidak pernah meminta maaf ke TG saat dikonfrontasi.

Dia menyebut Madih memiliki kebiasaan mengucapkan "mohon maaf Pak/Bu" saat berbicara. Namun, kebiasaan berbicara Bripka Madih ini malah dianggap sebagai permohonan maaf oleh Trunoyudo.

"Dari sanalah pemberitaan tersebut, kita melihat pernyataan kabid humas tersebut menyudutkan, tendensius," ucapnya.

Charles mengakui kasus sengketa tanah orang tua Madih viral di media sosial dan mendapat perhatian publik. Namun karena viral dan disorot publik, Trunoyudo dinilai mencari-cari kesalahan Bripka Madih.

"Kemudian kami juga menyayangkan kan, kalau di kode etik kepolisian itu ada juga, pihak polisi itu tidak boleh mencari-cari kesalahan. Tapi karena ini viral, sampai urusan KDRT ke belakang semua ini dicari-cari kan," ucap Charles.

Sebelumnya, Bripka Madih telah bertemu dengan TG, penyidik yang dia sebut memerasnya dari kasus pelaporan sengketa tanah orang tuanya, pada Minggu (5/2) lalu. Ketika bertemu di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, Bripka Madih meminta maaf ke TG yang merupakan pensiunan Polri.

"Dan yang kami salut gentle juga dari Pak Bripka Madih langsung mendatangi TG, memeluk, dan (berkata) 'minta maaf Pak Haji. Saya mohon maaf'. Artinya kita apresiasi supaya jelas semua," kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Selasa (7/2).