Mobil Kepresidenan Putin Diproduksi Massal

Moskow, era.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat tinggal kepada mobil Mercedes-Benz S600 yang selama ini jadi tunggangan resminya. Putin memilih Aurus Senat versi limusin sebagai kendaraan dinasnya yang baru, hasil pengembangan perusahaan negara, NAMI.

Yang menarik, Aurus Senat ini bukan satu-satunya milik Putin saja. NAMI juga memproduksi massal kendaraan mewah ini dengan mengincar konsumen dari kalangan kaya raya dan pejabat.

Dilansir dari Antara, Jumat (31/8) kemarin, Aurus sudah diperkenalkan di Moskow oleh Menteri Perdagangan Rusia, Denis Manturov. Kala itu, Aurus dirilis ke publik dengan menghadirkan versi limusin dan sedan berukuran lebih kecil. Rusia memang harus sanggup memproduksi mobil canggih, mahal dan aman, supaya mengurangi ketergantungan dari barang produksi dan teknologi impor.

Model standarnya memiliki panjang 5.630 mm dengan jarak sumbu roda 3.300 mm. Sementara itu, varian limusin Aurus Senat memiliki panjang 6.630 mm dan jarak sumbu rodanya bertambah menjadi 4.300 mm.

Kepala perancang mobil itu, Vadim Pereverzev, bilang, riset pasar di Rusia menunjukkan keinginan produk berkualitas dan berteknologi tinggi yang bisa diproduksi di dalam negeri. Mereka sudah bosan dengan merek-merek Rolls-Royce hingga Mercedes.

"Konsumen mobil seperti itu, Anda bisa mengatakan mereka lelah dengan Rolls-Royce, Mercedes dan Maybach," kata Pereverzev yang pernah bekerja untuk Fiat.

Desain Limousine Aurus terpengaruh dari model ZIS yang dibuat untuk pimpinan Soviet Joseph Stalin. Dengan menonjolkan grille krom di bagian muka mobil.

"Saya akan mengatakan bahwa itu adalah era yang mengilhami desainer kami -- sebuah era pencapaian besar oleh negara kami ketika mobil seperti ZIS muncul," kata Pereverzev.

Rusia mendanai proyek sekitar 12 miliar rubel (176 juta dolar AS). Ada juga investor dari Uni Emirat Arab, Tawazun, yang menginvestasikan 110 juta euro. Merek ini diharapkan dapat menarik orang-orang kaya Rusia maupun pelanggan internasional yang saat ini memilih model buatan Barat.

"Kami tidak akan menjual kendaraan ini hanya di Rusia, kami akan menjualnya ke luar negeri," kata CEO Aurus, Franz Gerhard Hilgert.

 

Tag: rusia