Emosi Tidak Stabil? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya Berikut

ERA.id - Diri manusia terdapat keterhubungan antara tubuh, pikiran, dan perasaan. Semuanya akan berada pada titik seimbang jika masing-masing berada dalam keadaan dan kondisi yang sehat. Sehat lahir dan batin, demikian yang sering sekali didengar. Kesehatan mental merupakan hal yang harus diperhatikan selain dari kesehatan fisik. Manusia dalam perjalanan kehidupannya tidak bisa terlepas dari keadaan tidak seimbang, salah satunya emosi tidak stabil.

Dalam kehidupan setiap manusia terdapat fase-fase ketika emosi sesorang memiliki fase naik turun atau labil. Emosi tidak stabil merupakan salah satu fase dalam perjalanan pikiran dan perasaan serta pengaruh tubuh manusia. Hal tersebut wajar terjadi dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masing-masing manusia.

Memiliki emosi adalah sesuatu yang wajar dan pasti dialami oleh semua orang. Oleh karena itulah, setiap orang pernah mengalami sedih, senang, cemas, panik, marah, dan lain sebagainya. Jika emosi yang dirasakan tidak terkontrol dan cepat menjadi emosional, maka dapat berpengaruh pada keadaan mood secara keseluruhan.

Ilustrasi emosi tidak stabil (Pixabay)

Keadaan emosional yang berulang pada seseorang dapat menjadi pola jika tidak segera diatasi. Pola emosional ini kemudian dapat menjadi salah satu karakter dalam kepribadian diri seseorang. Oleh karena itu, emosi tidak stabil perlu diselami lebih dalam agar tidak menjadi pola yang kemudian menetap menjadi karakter.

Emosi memiliki banyak jenis dan dapat berganti-ganti dalam satu waktu. Untuk mengetahui emosi tidak stabil, seseorang dapat menyadarinya dan merasakannya ketika terjadi sehingga tumbuh kesadaran terhadap masing-masing emosi yang hadir sebelum emosi tersebut meningkat dalam kadar yang terlalu tinggi dan atau terlalu rendah.

Agar emosi yang tidak stabil dapat teratasi dengan baik, seseorang juga perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, antara lain sebagai berikut:

Penyebab

Adanya Masalah Genetik dan Pengaruh Hormon

Masalah genetik adalah sesuatu yang tidak bisa diubah atau dihilangkan begitu saja. Adanya masalah genetik dan pengaruh hormon menjadikan seseorang cenderung perasa terhadap banyak hal. Kondisi ini dapat dikontrol dengan tidak terlalu memperhatikan dan memikirkan sesuatu yang tidak penting sehingga tidak  mudah terbawa perasaan.

Kurang Tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh lelah sehingga kondisi ini menyebabkan gangguan pada konsentrasi saat berkegiatan hingga masalah kesehatan lain seperti penurunan sistem imunitas. Akibatnya emosi menjadi cepat naik dan turun.

Kurang Aktif dan Jarang Olahraga

Tubuh yang tidak sering mengerjakan sesuatu dan jarang berolahraga menjadikan tubuh akan semakin pasif. Tubuh dengan fleksibilitas yang rendah menjadikan rasa tubuh menjadi tidak nyaman sehingga hal ini bisa memicu kemalasan yang berdampak pada perubahan emosi

Diet Yang Salah

Diet yang salah atau tidak tepat menjadikan tubuh mengalami lapar dan stamina menurun. Kondisi ini biasanya muncul karena beberapa hal seperti tubuh kurang mendapatkan asupan karbohidrat dan kurang mendapatkan asupan kalori. Akibatnya emosi menjadi cepat meletup-letup atau justru menjadi tidak memiliki spirit dan semangat.

Luka Bathin dan Trauma

Setiap orang memiliki luka bathin dan trauma sendiri-sendiri. Luka bathin dan trauma yang bertahan lama dalam diri seseorang, lama-kelamaan akan membentuk mekanisme pertahanan diri sehingga muncul emosi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah serta menjadi sangat sensitif.

Cara Mengatasi

Olahraga

Aktif bergerak dan berolahraga sesuai kebutuhan tubuh mampu meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih bugar dan segar sehingga keadaan perasaan dan pikiran juga mampu meningkat lebih baik, kondisi emosipun menjadi lebih stabil.

Tidur dan Istirahat Cukup

Cukup istirahat dan tidur mampu meluruhkan lelah tubuh dan mengembalikan daya pada kadar yang lebih baik. Hal ini menjadikan emosi juga dapat lebih mudah diatur.

Pola Hidup Sehat

Pola hidup dengan mengonsumsi makanan sehat menjadikan tubuh memiliki vitalitas yang baik. Tubuh mendapatkan asupan dan nutrisi yang tepat dan sesuai sehingga fungsi tubuh organ-organ tubuh menjadi maksimal. Keadaan ini tentu dapat berdampak pada keadaan bathin menjadi lebih tenang.

Meditasi

Memosisikan ketenangan dalam diri dengan menyadari nafas dapat meningkatkan kesadaran. Pikiran dan perasaan yang terbiasa tenang dapat dengan lebih mudah mengendalikan emosi yang hadir.

Konsultasi Dengan Ahli

Mendalami diri seringkali perlu bantuan dari ahli untuk membantu memetakan keadaan dalam diri. Psikolog, Konsultan Kesehatan Mental, dan Terapis merupakan orang-orang yang tepat untuk membantu menata kembali keadaan dalam diri hingga memiliki kesehatan jiwa dan raga seperti yang dibutuhkan.

Keadaan emosi tidak stabil yang membuat diri tidak nyaman sebaiknya segera diketahui dan dipetakan agar dapat ditata lebih baik sehingga keadaan kesehatan lahir dan bathin dapat tercapai. Tetap sehat jiwa raga, ya.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…