Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Serupa Tapi Tak Sama

ERA.id - Sering dianggap sama demensia dan alzheimer sering dianggap serupa. Namun perlu Anda ketahui terdapat beberapa perbedaan demensia dan alzheimer yang perlu Anda ketahui.

Dalam hal gejala, demensia dan Alzheimer seringkali menunjukkan kesamaan, tetapi Alzheimer lebih sering terjadi pada orang tua dan biasanya disertai dengan penumpukan plak protein di otak.

Kondisi Alzheimer dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak dan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, berbicara, dan menjalankan tugas sehari-hari.

Apa perbedaan demensia dan pikun?

"Demensia" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekitarnya.

Apa perbedaan demensia dan pikun (unsplash)

Sementara itu, "pikun" atau "kepikunan" adalah istilah yang lebih umum digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan orang yang mengalami penurunan kognitif yang signifikan.

Dalam konteks medis, "pikun" atau "kepikunan" bukanlah diagnosis yang diterima secara resmi. Namun, orang yang mengalami pikun atau kepikunan seringkali mengalami gejala yang serupa dengan demensia, seperti kesulitan mengingat, konsentrasi, atau memecahkan masalah.

Namun, perbedaan antara kedua kondisi kesehatan tersebut adalah bahwa demensia adalah diagnosis medis yang spesifik dan lebih spesifik dalam mempengaruhi kemampuan mental seseorang, sedangkan pikun lebih sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan masalah mental yang beragam.

Perbedaan Demensia dan Alzheimer

Dilansir dari laman Alzheimer's Association, demensia menggambarkan sekelompok gejala yang terkait dengan penurunan daya ingat, penalaran atau keterampilan berpikir lainnya.

Ada banyak jenis demensia yang berbeda, dan banyak kondisi yang menyebabkannya. Demensia campuran adalah suatu kondisi di mana perubahan otak lebih dari satu jenis demensia terjadi secara bersamaan.

Perlu diketahui, penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia, yang mencakup 60-80% kasus demensia.

Demensia bukanlah bagian normal dari penuaan. Hal ini disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk berkomunikasi, yang dapat mempengaruhi pemikiran, perilaku, dan perasaan.

Sementara itu, alzheimer adalah penyakit otak degeneratif yang disebabkan oleh perubahan otak yang kompleks akibat kerusakan sel. Hal ini menyebabkan gejala demensia yang berangsur-angsur memburuk dari waktu ke waktu.

Gejala awal Alzheimer yang paling umum adalah kesulitan mengingat informasi baru karena penyakit ini biasanya berdampak pada bagian otak yang terkait dengan pembelajaran terlebih dahulu.

Seiring dengan perkembangan Alzheimer, gejalanya menjadi lebih parah dan meliputi disorientasi, kebingungan, dan perubahan perilaku. Pada akhirnya, berbicara, menelan, dan berjalan menjadi sulit.

Meskipun faktor risiko terbesar yang diketahui untuk Alzheimer adalah bertambahnya usia, penyakit ini bukanlah bagian normal dari penuaan. Dan meskipun sebagian besar penderita Alzheimer berusia 65 tahun ke atas, sekitar 200.000 orang Amerika berusia di bawah 65 tahun hidup dengan penyakit Alzheimer yang timbul pada usia yang lebih muda.

Apa yang menyebabkan penyakit Alzheimer?

Apa yang menyebabkan penyakit Alzheimer (unsplash)

Penyebab pasti dari penyakit Alzheimer masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit Alzheimer, seperti:

●        Faktor Usia: Risiko terkena penyakit Alzheimer meningkat seiring bertambahnya usia.

●        Riwayat Keluarga: Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit Alzheimer memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini.

●        Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

●        Kepala Terluka: Cedera kepala serius atau berulang-ulang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

●        Gaya Hidup: Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang tidur, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

Namun, perlu diingat bahwa penyebab pasti dari penyakit Alzheimer masih belum diketahui dengan pasti, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami penyakit ini dengan lebih baik.

Selain perbedaan demensia dan alzheimer, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman