Inilah Profil Menkominfo Johnny G. Plate, Saksi Dugaan Korupsi BTS

ERA.id - Pagi ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, datang ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI guna memenuhi panggilan yang dialamatkan kepada dirinya. Profil Menkominfo Johnny G. Plate pun mendapatkan sorotan dari masyarakat.

Kedatangan Johnny di Kejagung kali ini adalah menjadi saksi dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo 2020—2022.

Ini bukan pertama kalinya Johnny dipanggil Kejagung terkait kasus tersebut. Pada 14 Februari 2023, dia telah diperiksa oleh Kejagung dan mengaku siap untuk diperiksa lagi jika Kejagung melakukan panggilan.

Ilustrasi BTS (situs resmi Kemenkominfo)

Dugaan Korupsi BTS Bakti Kemenkominfo

Awal dari kasus dugaan korupsi BTS Bakti Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) adalah upaya untuk memberikan layanan digital di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, yaitu dengan dibangunnya infrastruktur 4.200 site BTS oleh Kememkominfo. Namun, dalam pelaksanaan perencanaan dan pelelangan terbukti bahwa beberapa tersangka melakukan rekayasa dan pengondisian.

Akibat dari hal tersebut, dalam proses pengadaan tidak terjadi persaingan yang sehat. Hal tersebut menyebabkan munculnya dugaan terdapat kemahalan harga yang mesti dibayar negara. Kejagung tidak hanya mengusut dugaan korupsinya, tetapi juga dugaan pencucian uang terkait kasus tersebut.

Saat ini ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus BTS Bakti Kominfo 2020—2022. Mereka adalah AAL, Dirut Bakti Kemenkominfo; GMS, Dirut PT Mora Telematika Indonesia; YS, tenaga ahli human development Universitas Indonesia (UI) tahun 2020; MA, Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment; dan IH, komisaris PT Solitech Media Sinergy.

Inilah Profil Menkominfo Johnny G. Plate

Johnny G. Plate saat ini berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut. Namun, profilnya tetap menjadi perhatian sebab saat ini dia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI.

Dia dilantik untuk duduk di jabatan tersebut pada 23 Oktober 2019. Dia manjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo.

Nama lengkap menteri ini adalah Johnny Gerard Plate. Dia merupakan pria kelahiran Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), 10 September 1956. Johnny adalah lulusan S-1 Universitas Katolik Atma Jaya. Dia juga pernah menempuh pendidikan di Taruna Akademi Ilmu Pelayaran RI.

Dikutip Era.id dari situs resmi Kemenkominfo, sebelum menjadi seorang menteri, Johnny adalah pebisnis. Dia memulai usahanya tahun 1980-an, yaitu bisnis bidang alat-alat kebutuhan perkebunan.

Sukses di bidang tersebut, dia dan koleganya memperluas bisnis ke bidang transportasi penerbangan. Johnny juga pernah menjadi bagian dari bisnis Air Asia.

Setelah berhasil sebagai pengusaha, Johnny terjun ke dunia politik. Pada masa muda, dia pernah menjadi aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Sementara, aktivitas politik profesionalnya dimulai saat bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Di partai tersebut, dia pernah menjadi Ketua Mahkamah PKDI. Setelah itu, dia pindah ke Partai Nasdem.

Di partai barunya, Johnny juga mendapatkan posisi yang penting. Dia ditunjuk menjadi sekjen Partai Nardem pada 2017 untuk menggantikan sekjen sebelumnya dan meneruskan periode 2013—2018.

Selam di Nasdem, dia sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Setelah itu, tahun 2019, dia mendapatkan kepercayaan dari Jokowi untuk duduk di salah satu kursi kementerian. Untuk mengetahui lebih jelas perjalanan karier Johhny, simak rincian berikut ini.

·         1980—1985: Anggota PMKRI

·         1985—2013: Dewan Pertimbangan PMKRI

·         2005: Komisaris PT TJB Power Services

·         2005: Komisaris Utama PT Aryan Indonesia

·         2005: Komisaris PT Indonesia Airasia

·         2007: Komisaris PT Mandosawo Putratama S

·         2008: Direktur Utama PT Gajendra Adhi Sakti

·         2008: Group CEO PT Bima Palma Nugraha

·         2010—2013: Dewan Komisaris Ikatan Sarjana Katolik Indonesia

·         2010—2013: Ketua Depertim Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia

·         2012: Direktur Utama PT Airasia Mitra Investama

·         2012—2013: Penasihat Awam PP Pemuda Katolik Indonesia

·         2012—2013: Ketua Mahkamah Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia

·         2013—2017: Ketua Departemen Energi dan Sumber Daya Alam/Korwil Bali, NTT, dan NTB Partai Nasdem

·         2014—2019: Anggota DPR RI

·         2017—2018: Sekjen Partai Nasdem

2019—saat ini: Menteri Komunikasi dan Informatika RI Kabinet Indonesia Maju