Profil Marko Simic, Mantan Striker Persija yang Menang Gugatan di FIFA

ERA.id - Profil Marko Simic, striker asal Kroasia, menjadi sorotan akhir-akhir ini. Dia memenangkan gugatan di FIFA terkait sengketa gajinya selama membela Persija Jakarta.

Keputusan FIFA menyebutkan bahwa Persija wajib membayar tunggakan gaji Marko Simic periode Mei 2020—April 2022. Tim kebanggaan DKI Jakarta itu harus memberikan uang sebesar Rp7 miliar kepada Simic.

Nilai tersebut terdiri atas gaji, bonus, dan bunga lima persen. Persija diberi waktu 45 hari untuk membayarkan uang yang menjadi hak bagi Marko Simic tersebut.

Jika melanggar, FIFA akan memberikan sanksi yang berat kepada Macan Kemayoran. Hukuman tersebut berupa larangan mendaftarkan pemain, baik lokal maupun asing, selama maksimal tiga periode bursa transfer.

Marko Simic ketika masih membela Persija (Instagram @markosimic_77)

Profil Marko Simic Asal Kroasia

Untuk diketahui, saat ini Marko Simic tidak lagi bermain untuk Persija Jakarta. Pada Selasa, 26 April 2022, dia mengumumkan bahwa dirinya akan mengakhiri kontraknya dengan tim tersebut.  

"Dengan berat haru saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun. Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi, momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu dan rekor yang sayang pecahkan, ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya,” ungkap Simic, dikutip Era.id dari akun Instagram-nya, @markosimic_77.

Simic memang telah berkontribusi besar terhadap Persija selama beberapa musim belakangan. Dia tidak hanya mengisi pos penyerang, tetapi jadi penyebab hadirnya banyak gol dan prestasi Persija—tanpa mengecilkan peran pemain-pemain lain.

Pria kelahiran Rijeka, Kroasia, 23 Januari 1988 ini merupakan pemain yang telah lama hidup di dunia sepak bola. Dia telah bermain bagi Persija sejak Liga 1 tahun 2018. Sebelumnya, dia juga telah lama bermain sepak bola.

Karier Simic di dunia sepak bola dimulai pada 2001 di Rijeka, Kroasia.Dia bertahan di klub tersebut hingga tahun 2003 kemudian bergabung dengan NK Zagreb selama 4 tahun hingga 2007.

Selang satu tahun, Marko Simic merumput bersama tim senior dan mengawali karier profesionalnya bersama klub Daugava Daugavpils. Ketika itu, Simic berstatus pinjaman selama satu musim.

Di klub Latvia itu, Simic menyumbangkan 6 gol dalam 14 pertandindan yang dijalani. Dia juga pernah bermain untuk FC Khimki, klub asal Rusia, tetapi penampilannya kurang terlalu terlihat.

Pada 2010, dia kembali ke Kroasia dan bergabung dengan NK Lokomotiva. Musim 2011—2012, rekan bermain Luka Modric ini bergabung dengan ke klub Hungaria, Vaasa FC. Penampilannya masih tidak menonjol karena hanya bisa mencetak 5 gol dari 18 pertandingan.

Simic kemudian mencoba keberuntungan dengan bermain di Serie C Italia pada musim 2014—2015. Di negara tersebut, dia bermain untuk klub Pordenone. Lagi-lagi, kemampuannya tidak bisa dibilang bagus. Dia bahkan tak bisa mencetak satu pun gol.

Musim berakhir, dia bermain di Vietnam, yaitu untuk klub Becamex Binh Duong. Kemampuannya lumayan bagus karena berhasil mengemas 4 gol dari 6 laga. Tahun 2016, dia pindah ke Dhong Thap dan Long An.

Namun, pada 6 Januari 2017, Simic pindah lagi. Dia bergabung dengan klub Liga Primer Malaysia, Negeri Sembilan. Uniknya, masih di tahun yang sama, dia kemudian bermain untuk klub Melaka United SA.

Di tim tersebut, Marco Simic bermain dengan produktif. Dia berhasil mencetak 9 gol dari 9 pertandingan. Meski demikian, kariernya di klub tersebut juga tidak lama. Pada akhir 2017, Marko Simic resmi bergabung dengan Persija Jakarta dengan kontrak 2 tahun.

Marco Simic di Timnas Kroasia

Capaian Marco Simic di level timnas rupanya terbilang cukup bagus. Dia telah bermain untuk timnas Kroasia sejak usia dini. Sayangnya, dia tidak berhasil menembus timnas senior Kroasia. Dia mulai bermain untuk timnas Kroasia pada 2006–2007 di level U-19. Dia bermain sebanyak dua kali.

Pada 200, Marko Simic bermain untuk timnas Kroasia U-20 dan mendapat kepercayaan untuk tampil 4 kali. Terakhir, dia bermain untuk timnas Kroasia U-21 tahun 2009–2010. Ketika itu, dia bermain 7 kali dan mencetak 3 gol.