Kantor Imigrasi Kelas I Jaktim Catat Ada 7.981 WNA, Kanwilkumham DKI: Pengawasan Orang Asing Digencarkan di Pemukiman

ERA.id - Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur hingga kini tercatat sebanyak 7.981 WNA dan 101 pengungsi dari berbagai negara yang tersebar di wilayah Jakarta Timur.

Sehingga pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan jajaran Imigrasi Kanwilkumham, mengingat Jakarta Timur merupakan kota paling luas dan padat penduduk di wilayah Provinsi DKI Jakarta. 

"Untuk itu perlu sinergitas, kerja sama dari Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Dari pemerintah kota, kepolisian, TNI, BIN, Danlanud, dan sebagainya sampai ke para Camat dan Lurah," ujar Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta Ibnu Chuldun di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/3/2023).

Maka dari itu, Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta terus pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) dan pengungsi dari luar negeri. 

Tidak hanya WNA dan pengungsi dari luar negeri yang tinggal di apartemen dan hotel, Kanwilkumham kini gencar melakukan pengawasan orang asing hingga tingkat permukiman warga. 

Ia mengatakan pengawasan hingga tingkat permukiman diperlukan karena para WNA dan pengungsi dari luar negeri kini sudah tinggal berbaur dengan warga. 

"Ternyata tidak selalu berada di perhotelan maupun di tempat wisata, tapi juga di permukiman dengan berkembangnya wilayah kita," kata Ibnu. 

Untuk membahas pengawasan tersebut Kanwilkumham DKI Jakarta melakukan rapat koordinasi Timpora dengan mengundang berbagai pihak pada Jumat (17/3/2023) siang. 

Dalam rapat koordinasi di wilayah Kecamatan Jatinegara tersebut hadir pihak Pemkot, Polres dan Kodim Jakarta Timur, BNN, Lanud Halim Perdanakusuma, BIN, hingga sejumlah Camat. 

Ibnu menuturkan dengan rapat koordinasi ini diharapkan masing-masing pihak dapat saling menyampaikan keberadaan orang asing, khususnya yang berisiko menganggu keamanan dan kenyamanan. 

"Ini harus diantisipasi, banyak atau tidaknya (WNA di permukiman) kan nanti informasi itu ada dari perangkat Kecamatan, Kelurahan sampai RT/RW menginformasikan itu," tuturnya. 

Pengawasan terhadap keberadaan orang asing juga dilakukan agar ketika pelaksanaan Pemilu 2024, khususnya di Jakarta Timur dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan dari pihak luar. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Rendra Maulianyah menuturkan pihaknya meminta jajaran Pemkot, Polres, Kodim, BIN, BNN ikut aktif melaporkan aktivitas keberadaan orang asing.

"Tahun 2023 ini sudah memasuki tahun politik, sehingga tugas kita sebagai insan imigrasi bersama-sama dengan instansi terkait lainnya agar tercipta kondisi aman dan stabilitas nasional," kata Rendra. 

Camat Pasar Rebo Mujiono menuturkan pihaknya mengapresiasi upaya Tim Pora yang gencar melakukan pengawasan keberadaan orang asing hingga ke tingkat permukiman warga. 

Pasalnya di wilayah Kecamatan Pasar Rebo pun terdapat apartemen yang dijadikan sejumlah WNA dari berbagai negara untuk tinggal sehingga butuh pengawasan Timpora. 

"Kita khawatirnya jangan sampai ada aktivitas ilegal di sana. Makannya butuh pengawasan untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan. Kan lebih baik mencegah," kata Mujiono.