Kesal Istrinya Diludahi, Saepudin Bunuh Pria Tua di Cianjur dengan Sadis

ERA.id - Polisi menangkap kakak beradik warga Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat, yang membacok Cepi Abudrohman (53) hingga tewas.

Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawa mengatakan, kedua orang kakak beradik Hadnan alias Iip dan Saepudin alias Epot, ditangkap di rumahnya tidak jauh dari rumah korban, tanpa perlawanan selang empat hari setelah beraksi.

"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan setelah petugas menyelidiki tewasnya seorang warga bersimbah darah dengan luka bacok di sekujur tubuhnya, korban tewas tersungkur di pinggir kolam yang berjarak beberapa meter dari rumahnya," kata Aszhari.

Keduanya mengaku menyimpan dendam terhadap korban, karena perbuatan penganiayaan terhadap Hadnan dan meludahi istri Saepudin beberapa waktu lalu, sehingga keduanya berniat membalas dendam atas perbuatan saat melihat korban yang sedang berada di pinggir kolam.

Pelaku langsung melayangkan senjata tajam ke beberapa bagian tubuh korban hingga tersungkur bersimbah darah, melihat korban tersungkur keduanya meninggalkan korban dalam kondisi sekarat.

"Keduanya mengaku menyimpan dendam terhadap korban, saat bertemu di pinggir kolam pelaku langsung menyerangnya dengan senjata tajam. Korban yang mendapat bacokan senjata tajam kehabisan darah dan meninggal dunia di pinggir kolam," katanya.

Kapolres Cianjur, menjelaskan atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 junto pasal 170 ayat (2) Ke 3 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. Saat ini keduanya sudah mendekam di ruang tahanan Polres Cianjur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Seperti diberitakan warga Kampung Tipar, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Minggu (23/4/2023) digegerkan dengan temuan jasad pria bersimbah darah atas nama Cepi Abdurohman, dengan luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya, diduga korban pembunuhan.

Warga yang mendapati hal tersebut melaporkan temuan jasad korban ke pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap dua orang pelaku yang merupakan kakak beradik warga kampung yang sama.