Pertolongan Pertama Rabies pada Manusia, Jangan Salah Penanganan

ERA.id - Rabies kerap disebut sebagai penyakit anjing gila. Ini merupakan penyakit menular yang kerap menjangkiti binatang berdarah panas, seperti anjing, kucing, monyet, dan serigala. Jika seseorang terkena gigitan binatang yang terserang penyakit ini, pertolongan pertama rabies harus segera diberikan.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini sangat berbahaya. Biasanya, virus menyerang pusat saraf dan bisa menular melalui gigitan binatang yang terjangkit rabies.

Pertolongan Pertama Rabies, Pencegahan, dan Pemberantasannya

 Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir (pexels)

Orang yang tergigit hewan yang terjangkit rabies harus segera mendapatkan pertolongan pertama. Berikut adalah rinciannya, dikutip Era.id dari situs resmi Diskes Provinsi Bali.

1.    Cuci luka gigitan hewan dengan sabun/detergen di bawah air mengalir selama 10–15 menit

2.    Berikan obat antiseptik pada luka gigitan, bisa berupa obat merah, alkohol 70%, atau semacamnya.

3.    Hubungi rabies center (atau rumah sakit) untuk dapatkan pertolongan selanjutnya.

Langkah pencegahan rabies bisa dilakukan pemberian vaksin rabies pada hewan peliharaan setiap 1 tahun sekali.

Mengenal Rabies

Rabies pertama kali ditemukan di Indonesia pada 1884 oleh Schrool (orang Belanda) pada kuda. Para 1889, Esser W, J,. dan Penning menemukan penyakit tersebut pada anjing. Sementara, virus tersebut diketahui pertama kali menyerang manusia di Indonesia ada 1894. Hal tersebut ditemukan oleh EV De Haan (orang Belanda).

Virus rabies memiliki sifat fisik dan sifat kimia. Berikut ini adalah rincian dari sifat virus rabies.

·         Sifat fisik

1.    Virus bisa mati dengan pemanasan pada suhu 60 derajat celsius selama 5 menit

2.    Virus bisa mati jika terkena sinar ultraviolet

3.    Virus cepat mati jika di luar jaringan hidup

4.    Virus bisa bertahan lama, bahkan berbulan-bulan, jika berada di suhu -4 derajat celsius (minus empat derajat celsius).

·         Sifat Kimia

1.    Virus bisa diinaktifkan menggunakan propiolakton, phenol, halidol azirin, zat pelarut lemak, dll.

2.    Virus bisa bertahan selama beberapa minggu di dalam glycerin pada suhu kamar

3.    Virus bisa bertahan selama beberapa minggu jika disimpan di dalam larutan glycerin pekat pada suhu kamar

4.    Virus cepat mati pada glycerin 10%

5.    Virus cepat mati oleh zat-zat pelarut lemak, seperti air sabun, detergen, chloroform, ether, dll.