Panti Sosial di Kebumen Diduga Langgar HAM dan Pasung ODGJ hingga Mati

ERA.id - Sebuah panti sosial bernama Padepokan Wali Siri di Kebumen, Jawa Tengah, diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama bertahun-tahun terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mereka tampung.

Pelanggaran tersebut dilaporkan oleh akun Twitter @MarsinahdHede pada Kamis (11/5/2023) kemarin. Ia mengunggah foto seorang disabilitas bertelanjang dada dengan keduua kaki yang dirantai.

"26 Juni nanti dunia (termasuk Indonesia) memperingati Hari Anti Penyiksaan ke 25 thn. Faktanya, praktik penyiksaan masih terjadi di Indonesia. Foto di bawah ini terjadi di Kebumen, Ja-Teng," tulisnya.

Sebelumnya, pemilik akun tersebut mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan direspon dengan cepat oleh Dinas Sosial. Namun, sayangnya mereka tidak menjawab soal laporan penyiksaan dan pelanggaran HAM yang dialami disabilitas psikososial di panti tersebut.

"Dirantai setiap hari, BAB/BAK, tidur, makan, di tempat yang sama. Pak @jokowi @ganjarpranowo @mohmahfudmd Mereka bukan koruptor, bukan pula kriminal. Hentikan stigma kepada kami disabilitas mental. Kami bisa hidup mandiri dan inklusif di masyarakat," lanjutnya.

Ia berharap para penghuni Padepokan Wali Siri bisa segera dibebaskan dan dievakuasi ke tempat yang layak dan manusiawi, dengan memperhatikan kesehatan dan kehidupan mereka.

"Padepokan Wali Siri bukanlah satu-satunya panti yg melakukn tindakan pelanggaran HAM kpd disabilitas psikososial. Laporan organisasi disabilitas mental Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) menyebutkan terdapat 12600 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terkurung di panti2 rehabsos di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, pemilik Padepokan Wali Siri, Mbah Marsiyo, saat ini sudah berusia 90 tahun dan panti tersebut sudah eksis sejak usia Mbah Marsiyo masih 20 tahun.

"Mbah Marsiyo, pemilik padepokan Wali Siri mengatakan ia berharap mendapat sumbangan mobil Ambulance, karena hampir setiap saat ada penghuni  yang meninggal dunia," tandas akun @MarsinahdHede.

Belum ada tanggapan lebih lanjut dari Ganjar maupun Dinas Sosial setempat atas laporan ini.