Petugas Pajak Buru Ibu-Ibu Arisan Viral di Makassar yang Pamer Tumpukan Duit Miliaran

ERA.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbartra), memburu ibu-ibu sosialita di Makassar yang melakukan arisan dengan nominal lebih dari Rp2,5 miliar.

Ibu-ibu itu memang mencolok, sebab uangnya disimpan bertumpuk-tumpuk di atas meja. Inipun dianggap sebagai flexing.

"Kami sudah mengetahui arisan yang viral itu, dan akan segera mengecek pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) para pengusaha itu," kata Kepala Bidang Pengawasan Data dan Potensi Perpajakan Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sulselbartra Soebagio, Sabtu kemarin.

Dia menjelaskan salah satu fungsi dari Ditjen Pajak adalah melakukan edukasi dan pengawasan kepada masyarakat.

Soebagio mengatakan ketentuan perpajakan sendiri menganut sistem self assessment atau sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung atau membayar pajak yang seharusnya tertuang berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Ketentuan perpajakan itu sistemnya self assessment, itu dimana wajib pajak (WP) hitung sendiri dan berapa kewajiban bayar pajaknya," katanya pula.

Mengenai arisan itu, pihaknya masih mengecek dan akan mengawasi wajib pajak serta membandingkan data yang dilaporkan dengan SPT Tahunannya.

Bukan cuma itu, pihaknya juga akan mengecek dengan cara mengumpulkan data-data secara eksternal melalui asosiasi, data lapangan, maupun dari media massa.

"Jadi model pengumpulan data ada dua, secara internal dan eksternal. Untuk internal itu memeriksa data SPT Tahunan yang dilaporkan, bukti potong dan lainnya. Kalau secara eksternal dengan mengumpulkan data dari asosiasi, data lapangan maupun melalui media massa," ujarnya lagi.

Sebelumnya, sebuah arisan ibu-ibu sosialita di Makassar mendadak viral, karena jumlahnya yang di atas normal bagi kalangan pada umumnya. Arisan senilai Rp2,5 miliar itu viral di Sulsel.

Dalam video berdurasi 3,28 menit, arisan itu menyebutkan setiap orang mengumpulkan Rp100 juta setiap bulan dan ada sekitar 25 ibu-ibu sosialita masuk dalam kelompok arisan tersebut.

Sejak videonya viral, warganet banyak yang nyinyir. Ada yang komentar positif, ada juga yang meragukan. Bahkan ada netizen yang menyoroti sistem kocok yang masih menggunakan pola lama.