PKS Ingatkan Anggotanya di DPR Tidak Terjebak Bisikan Setan: Kalau Sudah Terjadi Silahkan Mundur

ERA.id - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengingatkan para kadernya yang duduk di kursi legislatif untuk menjaga sikap. Jangan sampai terjebak dalam prilaku yang melaggar etika moral.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Bimtek dan Konsolidasi Nasional Fraksi PKS dan Pimpinan DPRD se-Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Selasa (30/5) malam.

"Kita semua, Alhamdulillah Allah takdirkan sudah memperoleh jabatan yang terhormat di tengah masyarakat menjadi pejabat-pejabat publik di DPR RI, di DPRD provinsi, kota dan kabipaten di seluruh Indonesia. Karena itu jaga amanat ini dengan sebaik-baiknya," kata Syaikhu dikutip Rabu (31/5/2023).

Dia meminta para legislator dari PKS untuk meneladani sikap Nabi Muhammad yang tidak pernah menyalahgunakan kekuasannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tak senonoh.

Oleh karenanya, wakil rakyat dari PKS harus pula bisa menjaga diri agar terhindar dari godaan-godaan yang menyesatkan.

"Justru beliau (Nabi Muhammad) semakin menjaga diri, tidak berbuat hal-hal yang kemudian melanggar etika, melanggar moral, melanggar hukum," katanya.

"Sata ingin mengingatkan, pada titik inilah kita harus menjaga diri kira agar tidak terjebak di dalam bisikan-bisikan setan yang menjerumuskan," tambah Syaikhu.

Apabila nantinya ada legislator yang terjebak dalam perbuatan yang melanggar etika moral, Syaikhu menegaskan bahwa orang tersebut harus rela untuk mengundurkan diri dan keluar dari PKS.

"Kalau pun nanti ternyata sudah terjadi, saya mohon, ini juga harus kelegowoan pada kita untuk menjaga partai ini, menjaga institusi. Kita mohon kelegowoan antum semua untuk bersedia mengundurkan diri," tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar kader PKS jangan ada yang berpolemik hingga menghebohkan media massa. Sebab hal itu akan menganggu proses pemenangan partai ke depannya.

"Jangan menimbulkan polemik di media karena berbagai hal yang kurang baik. Siap begitu? Pertama, secara preventif mari kita jaga diri kita untuk tidak terjerumus ke dalam perilaku-perilaku syaitan, yang kedua mudah-mudahan Allah hindarkan perilaku-perliku dari kita semua," paparnya.

Diketahui, Frkasi PKS di DPR RI sempat menjadi sorotan lantaran ulah salah satu legislatornya yaitu Bukhori Yusuf yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Aksi KDRT itu dilakukan Bukhori terhadap istri keduanya berinisial M. Tim kuasa hukum korban menyebut, anggota Komisi VIII DPR RI itu tega melakukan kekerasan fisik hingga seksual saat korban sedang mengandung.

Akibat perbuatannya, Bukhori telah menandatangani surat pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Fraksi PKS saat ini juga tengah menyiapkan proses Pergantian Antar Waktu (PAW).