Gubernur Sumut Edy Rahmayadi; Sistem Proporsional Terbuka Masih Diperlukan di Indonesia

ERA.id - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendukung sistem Pemilu dengan proporsional terbuka pada pesata demokrasi Pemilu 2024. Hal ini karena dinilai sangat baik untuk indonesia.

“Dari dulu, mulai reformasi adalah dilaksanakan terbuka, terbuka ini yang terbaik untuk Indonesia," ujar Edy Rahmayadi, di Medan, Jumat (2/6/2023). 

Edy menjelaskan dampak negatif dari sistem proporsional tertutup adalah kewenangan berada di tangan partai politik. Namun, sebaliknya sistem proporsional terbuka, rakyat yang menentukan siapa pemimpinnya.

"Kalau tertutup berarti wewenang penuh oleh partai, semua ditentukan oleh partai, calon-calon dan sebagainya. Kalau terbuka, itu manusianya yang dipilih oleh rakyat, 'one man one vote'," kata Edy.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini menilai sistem pemilu proporsional terbuka masih sangat perlu dilakukan di Indonesia.

"Mana yang terbaik, saya meliat Indonesia masih perlu yang terbuka. Jadi yang tertutup ini belum pas dia, bisa jadi nanti perlu suatu saat,” ujar Edy.

Sebelumnya, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Untuk Perubahan mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) segera memutuskan pelaksanan sistem pemilu dengan proporsional terbuka.

Hal tersebut disampaikan puluhan masa aksi saat berunjuk rasa, di Kantor Gubernur Sumut dan Kantor DPRD Sumut, Rabu (31/5).

“Kami di sini juga mendesak MK atau pemangku kebijakan di pusat segara menentukan sikap, ini pemilu terbuka atau tertutup. Apabila tertutup ada apa dengan tertutup, karna ini jelas demokrasi kita mundur kalau tertutup,” ujar Koordinator aksi Roni Alhad.