Provinsi dengan Kasus Rabies Tertinggi di Indonesia Capai Rekor 14.827

ERA.id - Terdapat beberapa provinsi dengan kasus rabies tertinggi di Indonesia. Data tersebut didapat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah mengumumkan jumlah kasus rabies di Indonesia selama periode Januari-April 2023.

Pada bulan April 2023, terdapat total 31.113 kasus rabies yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, 23.211 kasus melibatkan gigitan hewan yang telah mendapatkan vaksin anti rabies, sementara terdapat 11 kasus kematian yang disebabkan oleh rabies.

Provinsi dengan Kasus Rabies Tertinggi

Dalam laporan kasus tersebut, Bali berada di urutan teratas dengan jumlah kasus rabies sebanyak 14.827. Di urutan kedua terdapat Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan laporan kasus sebanyak 3.437.

Selanjutnya, Sulawesi Selatan berada di urutan ketiga dengan total 2.338 kasus rabies. Di posisi keempat, terdapat Kalimantan Barat dengan 1.188 kasus, dan diikuti oleh Sumatera Barat di posisi kelima dengan jumlah kasus sebanyak 1.171.

Data ini menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang efektif terhadap penyakit rabies di berbagai wilayah tersebut guna melindungi masyarakat dari risiko penularan dan meminimalkan dampaknya.

Mencegah Rabies pada Manusia (unsplash)

Mencegah Rabies pada Manusia

Dilansir dari laman AI Care, meskipun rabies adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan, ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang disarankan:

  1. Vaksinasi hewan peliharaan

Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksin rabies secara teratur. Vaksinasi rabies sangat penting dalam mencegah hewan peliharaan tertular penyakit ini. Pada anjing dan kucing, vaksin rabies biasanya diberikan ketika mereka berusia lebih dari empat bulan.

  1. Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan

Selalu awasi hewan peliharaan Anda saat berada di luar rumah, terutama saat berinteraksi dengan hewan lain.

Rabies dapat ditularkan antara hewan melalui gigitan atau cakaran. Jika hewan peliharaan Anda tergigit atau tercakar oleh hewan yang terinfeksi rabies dan belum divaksinasi, ada risiko penularan rabies.

  1. Jangan memelihara hewan liar

Hewan liar merupakan sumber potensial penularan rabies baik kepada hewan maupun manusia. Jika Anda menemui hewan liar, sebaiknya bebaskan dan jangan mencoba memeliharanya. Hewan liar dapat menggigit atau mencakar kapan saja dan berisiko menularkan rabies.

  1. Waspada terhadap gigitan dan cakaran binatang

Rabies dapat ditularkan melalui gigitan dan cakaran binatang. Jika Anda digigit atau dicakar oleh hewan, segera bersihkan luka dengan air dan sabun, dan berkonsultasilah dengan dokter apakah perlu pengobatan tambahan terkait rabies.

Selain itu, hindarilah kontak langsung dengan hewan liar dan hindari memberi makan hewan liar dengan tangan Anda. Juga, perhatikan hewan yang menunjukkan perilaku agresif.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat membantu melindungi hewan peliharaan dan masyarakat dari risiko penularan rabies.

Selain provinsi dengan kasus rabies tertinggi, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman