Jokowi Harap IMF-WB di Bali Berdampak Baik untuk Ekonomi

Jakarta, era.id - Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Metting International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali, pada 12 hingga 14 Oktober 2018. Presiden Jokowi berharap, gelaran tersebut bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menempatkan Indonesia dalam spotlight dunia.

"Baik dalam menampilkan ekonomi kita, produk produk unggulan Indonesia di pasar global dan juga mempromosikan investasi kita di internasional. Serta tentu saja destinasi-destinasi wisata menarik yang kita miliki," kata Jokowi dalam rapat terbatas tentang Perkembangan Persiapan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, di Kantor Presiden, Jakarta, seperti dikutip setkab.go.id, Selasa (2/10/2018).

Jokowi mengatakan, pemerintah ingin memanfaatkan kehadiran kurang lebih 18.000 peserta sehingga bisa memberikan dampak ekonomi yang baik, bukan hanya untuk Bali, tapi juga daerah-daerah lain di Indonesia.

Untuk itu, dia meminta agar dipersiapkan secara detail di lapangan sehingga penyelenggaraan acara pertemuan tahunan ini bisa berlangsung dengan lancar, dan memberikan dampak yang positif bagi Indonesia.

Baca Juga : Demokrat: Hajatan IMF di Bali Harus Dibuat Sederhana

Pertemuan tahunan tentang ekonomi ini, akan dihadiri 189 negara dengan total deligasi sebanyak 3.000 orang, staf IMF sebanyak 1.500 orang, media dari seluruh dunia sekitar 1.000 orang, 1.000 observer, 5.000 investor serta pengunjung lainnya yang diperkirakan berjumlah 20.000 orang.

Supaya kamu tahu, International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Annual Meeting 2018 akan membahas sejumlah hal yang jadi perhatian banyak negara dalam rangka memajukan perekonomian global dan apa tantangannya di masa kini.

Baca Juga : Fahri Hamzah Tak Yakin IMF-World Bank

IMF-World Bank Annual Meeting 2018 juga akan mengangkat topik mengenai ketimpangan ekonomi, dampak perubahan iklim terhadap perekonomian suatu negara, sampai isu korupsi.

Tag: pertemuan imf-wb di bali pertumbuhan ekonomi