Mengenal Nasi Krawu yang Dibagikan Ganjar Pranowo di Gresik

ERA.id - Kuliner di Jawa Timur sangat beragam, dengan hampir setiap kota memiliki kuliner andalan mereka sendiri. Salah satu kuliner yang menarik adalah nasi krawu. Untuk itu, mari kita mengenal nasi krawu lebih dekat.

Pada Ahad, 16 Juli 2023, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang juga menjadi calon presiden yang diusung oleh PDIP, membagikan 2.024 bungkus nasi krawu, sebuah kuliner khas Gresik, kepada masyarakat. Ia juga meresmikan Posko Relawan Ganjar Untuk Semua dalam acara tersebut.

Acara ini menarik perhatian publik dan memicu pertanyaan tentang apa sebenarnya nasi krawu itu.

Perlu diketahui Jawa Timur menyimpan banyak kuliner misalnya, Surabaya terkenal dengan rawon dan lontong balapnya, Madiun dengan pecelnya, dan Madura dengan soto dagingnya. Namun, salah satu kota yang menarik untuk dibahas dalam konteks kuliner khas adalah Gresik.

Terletak di dekat ibu kota Jawa Timur, Surabaya, meskipun Gresik merupakan kota yang relatif kecil, namun memiliki kekayaan kuliner khas yang siap memanjakan lidah. Salah satu makanan khas yang sangat terkenal di Gresik adalah nasi krawu.

Ganjar Pranowo Disuguhkan 2024 Nasi Krawu Sebagai Simbol Dukungan Relawan (Antara)

Mengenal Nasi Krawu

Tidak banyak yang tahu bahwa makanan khas Gresik, yaitu nasi krawu, awalnya tidak berasal dari penduduk asli Gresik. Sebenarnya, makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh para pendatang yang datang mencari penghidupan di kota industri tersebut.

Meskipun begitu, nasi krawu telah menjadi incaran para tamu yang berkunjung ke Gresik. Bukan hanya wisatawan, penduduk lokal pun juga gemar menikmati hidangan nasi pulen yang disajikan dengan daun pisang.

Biasanya, nasi krawu disajikan dengan berbagai pilihan lauk, mulai dari sayatan daging sapi, jeroan sapi, atau campuran keduanya. Menu ini dilengkapi dengan sambal yang terbuat dari petis dan terasi, serta ditambahkan serundeng sebagai pelengkap.

Menariknya nasi krawu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau intangible cultural heritage. Penghargaan ini diberikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada acara East Java Tourism Award yang diadakan di Kota Batu pada tanggal 10 Desember 2022.

Dengan penetapan ini, nasi krawu menjadi warisan budaya tak benda keempat dari Gresik yang resmi diakui. Sebelumnya, Gresik telah memiliki tiga WBTB lainnya, yaitu Sanggring Gumeno (Kolak Ayam), tradisi Gulat Okol (Menganti), dan Damar Kurung. Proses penetapan sebagai WBTB melibatkan tahapan verifikasi, uji kelayakan, dan proses lainnya yang harus dilalui.

Selain mengenal nasi krawu, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman