Profil Yenny Wahid, Salah Satu Tokoh Politik Islam Moderat yang Dihormati

ERA.id - Salah satu tokoh yang saat ini dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah Yenny Wahid. Sosok perempuan yang memiliki nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid merupakan seorang tokoh perempuan Indonesia yang dikenal sebagai seorang intelek, aktivis, dan politisi. Simak profil Yenny Wahid selengkapnya dalam artikel ini.

Yenny Wahid lahir pada tanggal 26 April 1974 di Jakarta, Indonesia, sebagai putri mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid yang lebih populer dalam benak rakyat Indonesia dengan panggilan Gus Dur.

Dalam lingkungan intelektual dan sosial di Indonesia, Yenny Wahid merupakan salah satu sosok yang dihormati.  

Melalui keterlibatannya dalam banyak kegiatan dan pemikirannya yang moderat, ia terus berusaha untuk memajukan isu-isu sosial, politik, dan keagamaan yang penting untuk bangsa Indonesia.

Yenny Wahid di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu, 26 Juni. (Jehan-VOI)

Profil Yenny Wahid

Yenny Wahid terkenal sebagai salah satu pendiri Partai Kedaulatan Bangsa dan pengelola Wahid Institut, organisasi yang hingga saat ini berupaya untuk merealisasikan pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Ketika Gus Dur terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 1999-2001, Yenny Wahid diberi amanah sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, jabatan yang menjadi tanggung jawabnya pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Walaupun terkenal sebagai politikus Indonesia, Yenny memulai dunia profesional bukan sebagai politikus, tetapi sebagai jurnalis. Pada rentang waktu 1997 dan 1999, Yenny bertugas sebagai koresponden untuk dua koran Australia, The Sydney Herald dan The Age.

Pada saat itu, ia sempat meliput peristiwa di Timor Timur (sekarang Timor Leste) dan Aceh. Liputannya tentang Timor Timur setelah referendum dianugerahi penghargaan Walkley Award.

Setelah ayahnya terpilih sebagai Presiden Indonesia, ia memilih terjun ke wilayah politik sebagai staf khusus presiden. Ia sempat ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjabat untuk periode 2005-2010.

Namun, pada tahun 2008, Yenny Wahid dipecat oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai buntut dari adanya konflik internal partai.

Hal itulah yang menjadi latar belakang dirinya mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa, yang mempunyai akronim serupa dengan PKB pimpinan Muhaimin Iskandar.

Pada tahun 2012 lalu, Partai Kedaulatan Bangsa yang dipimpin Yenny Wahid bergabung dengan Partai Indonesia Baru pimpinan Kartini Sjahrir. Kedua partai tersebut melebur menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).

Ketika PKBIB dideklarasikan pada 2012, Yenny Wahid ditetapkan sebagai ketua umum. Namun, PKBIB gagal lolos verifikasi Pemilu 2014 saat itu.

Latar Belakang Pendidikan Yenny Wahid

Sebagai putri dari Gus Dur, Yenny Wahid dibesarkan dengan nuansa religius Nahdlatul Ulama (NU). Namun, walaupun demikian, Yenny memilih untuk menempuh pendidikan umum di sekolah negeri.

Yenny Wahid lulu dari SMA Negeri 28 Jakarta pada tahun 1992. Setelah lulus SMA, Yenny Wahid pernah menimba ilmu sebagai mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Indonesia. Namun, tidak lama, Yenny memilih keluar dari UI.

Setelah keluar dari UI, ia meneruskan pendidikannya di Jurusan Visual Universitas Trisakti dan berhasil meraih gelar sarjana dari sana.

Kariernya sebagai jurnalis diawali setelah ia menerima gelar sarjana pada rentang masa tersebut.

Setelah menerjunkan dirinya ke politik, Yenny Wahid meneruskan pendidikannya di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat. Di sana Yenny mendapatkan gelar magister di bidang administrasi publik.

Demikianlah ulasan tentang profil Yenny Wahid, semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…