Tertidur Pulas di Menara Eiffel Akibat Mabuk, Dua Turis Amerika Serikat Terancam Dipidana

ERA.id - Dua turis asal Amerika Serikat terancam pidana setelah kedapatan menyusup dan tertidur pulas di Menara Eiffel. Kedua turis itu diduga mabuk dan melompat ke kawasan yang dilarang untuk umum.

Menurut laporan CBS News, penjaga keamanan setempat menemukan dua turis itu ketika sedang berkeliling sebelum pembukaan landmark Prancis pada pukul 09:00 waktu setempat. Keduanya dilaporkan tertidur pulas yang diduga akibat mabuk berat.

"Orang Amerika yang mabuk telah menghabiskan malam terlarang mereka di bawah bintang-bintang di tempat yang biasanya tertutup untuk umum antara tingkat kedua dan ketiga menara," kata Sete, perusahaan milik publik yang mengoperasikan menara Eiffel.

Lalu, kata Sete, dua turis yang tertidur diketahui membeli tiket masuk sekitar pukul 22:40 waktu setempat. Setelah itu, mereka yang diduga mabuk melompati penghalang keamanan sambil menuruni tangga dari platform puncak menara setinggi 905 kaki di udara.

Petugas pemadam kebakaran, termasuk unit spesialis untuk memulihkan orang dari ketinggian berbahaya, dikirim untuk menyelamatkan penyusup.

Meski tidak menimbulkan ancaman nyata, Sete mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap kedua penyusup itu akhir pekan ini. Akibat penyusupan itu, pembukaan Menara Eiffel untuk umum ditunda selama kurang lebih satu jam.

Dalam laporan BBC News, insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Menara Eiffel mendapat ancaman bom, memaksa gedung itu dikosongkan dua kali pada hari Sabtu. Bangunan itu dibuka kembali Sabtu malam setelah polisi memutuskan bahwa ancaman bom itu tidak nyata.

Otoritas Prancis sedang menyelidiki ancaman bom, yang diposting di situs web game, serta platform online antara warga Paris dan polisi.