Gelar Praktik Baik Ketahanan Pangan Potensi Maritim, BKKBN dan TNI AL Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

ERA.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mendukung penuh dan berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Salah satu bentuk kolaborasi TNI AL dengan BKKBN itu menyelenggarakan praktik baik Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), pelayanan KB dan bakti sosial dalam rangkaian kegiatan program ketahanan pangan potensi maritim Koarmada RI di Komplek Rusun TNI AL Marunda, Jakarta Utara pada Kamis (7/9/2023).

Kepala Staf Komando Armada RI Laksamana Muda TNI Didong Rio Duto Purwoko Kuntjoro, S.T., M.A.P., M.Tr.(Han) mengatakan bahwa TNI AL sangat peduli dan mendukung program Percepatan Penurunan Stunting.

“Dalam rangkaian hari ulang tahun ke 78 TNI AL yang jatuh pada tanggal 10 september 2023 ini kami berkolaborasi dengan BKKBN dalam rangka bukan hanya HUT TNI AL nya tapi juga mensukseskan program nasional dalam menangani stunting. Dalam hal ini BKKBN menjadi katakanlah batu penjurunya di depan. Kami ingin mensukseskan ini juga sebagai bentuk wujud dan perhatian kami TNI AL terhadap program nasional yang perlu secara kolaboratif kita dukung,” kata Laksda Didong.

Dalam acara ini TNI AL telah menyemai bibit ikan selama 6 bulan sebelumnya dengan konsep urban farming yang lalu pengolahannya diserahkan kepada masyarakat sekitarnya. Selain bertujuan untuk ketahanan pangan, pembagian ikan tersebut juga demi perbaikan gizi dan menurunkan angka stunting. Ia juga mengatakan bahwa memerangi stunting BKKBN tidak dapat sendirian tapi juga harus ada kerjasama kolaboratif dari semua kementerian dan lembaga.

“Kita selalu berkolaborasi seperti apa yang disampaikan Pak Presiden. Kita tidak bisa stand alone. Satu kementerian kelembagaan harus kolaborasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Nah kita saling mendukung. Kalau secara spesifik silahkn aparat daerah masing-masing. Kita harapkan supaya warga masyarakat terpenuhi nilai gizinya, anak-anak dan keluarga di sini karena mereka adalah unit terkecil dari bangsa dan negara. Kalau keluarganya terjadi stunting bagaimana nanti besarnya bangsa dan negaranya,” ujar Laksda Didong.

Kegiatan Praktik Baik Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), pelayanan KB dan bakti sosial dalam rangkaian kegiatan program ketahanan pangan potensi maritim Koarmada RI yang diselenggarakan pada Kamis (07/09/2023) di Komplek Rusun TNI AL Marunda, Jakarta Utara merupakan salah satu rangkaian acara Peringatan Hari Jadi ke 78 TNI AL tahun 2023. Tema kegiatan ini adalah “Melalui Kegiatan Potensi Maritim Koarmada RI Kita Wujudkan Masyarakat yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”

Peran Keluarga

Sementara itu di tempat yang sama, Penyuluh KB Utama BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc,Dip.Com yang hadir dalam acara tersebut mengatakan kerjasama BKKBN dan TNI AL sangat kuat dan telah lama dijalin hingga kini.

Menurut Dwi Listyawardani yang akrab dipanggil Dani itu, BKKBN diamanahkan oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. Dani mengatakan bahwa penunjukkan BKKBN sebagai ketua pelaksana bukan tanpa alasan melainkan karena intervensi-intervensi yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting harus dimulai dari keluarga.

“Kenapa BKKBN? Karena betul bahwa intervensi kita harus melalui unit keluarga. Tidak bisa hanya unit-unit individu misalnya hanya balitanya saja, hanya ibu hamilnya saja, tapi juga harus melalui keluarga. Bagaimana kita membangun keluarga dari awal. Mengajak anak-anak remaja kita untuk mempersiapkan dirinya manakala dia akan memasuki kehidupan berkeluarga nanti. Saya sangat senang ini ada anak genre yang kita didik dari awal kita berikan pengetahuan tentang apa itu keluarga, apa yang harus dilakukan oleh sebuah keluarga agar jangan akhir dari keluarga itu insan-insan yang sehat, cerdas, kuat. Karena di dalamnya kita mengemban 8 fungsi keluarga bukan hanya sekedar fungsi ekonomi, reproduksi tetapi juga fungsi yang lain,” ujar Dani.

Intervensi yang dilakukan katanya adalah intervensi spesifik yaitu yang langsung berkaitn dengan peningkatan derajat kesehatan maupun gizi dan intervensi sensitif yang tidak secara langsung seperti kondisi lingkungan, penyediaan sumber air bersih dan sebagainya. Pada acara ini berfokus kepada intervensi spesifik dengan adanya praktik baik DAHSAT. Program ini juga kata Dwi sudah ada di Kampung KB yang tersebar di hampir 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan-kegiatan dalam Kampung KB merupakan kegiatan yang holistik integratif.

“Alhamdulillah di sini sudah ada PAUD yang mungkin terintegrasi juga dengan posyandu dan bina keluarga balita. Posyandu tentunya salah satu kegiatannya adalah memonitor tumbuh kembang berat badan panjang badan yang menunjukkan bahwa aank itu kurang gizi atau bermasalah. Kemudian juga bina keluarga balita sifatnya adalah untuk memonitor dan menstimulasi kecerdasan balita kita. Karena ini sifatnya holistik integratif tidak boleh hanya PAUD saja atau Posyandu saja atau BKB saja. Tiga-tiganya harus lengkap ada. Kemudian harus ada imunisasi juga. Kemudian juga hal-hal yang lain yang fungsinya adalah memberikan pelayanan gizi kesehatan kepada sasaran-sasaran balita, baduta, ibu hamil, ibu menyusui. Kemudian untuk layanan sensitif kita lihat juga apakah lingkungan ini juga memberikan lingkungan yang sehat berupa diantaranya kebutuhan ari bersih dan kebutuhan jamban. Kemudian apakah pasangan usia subur ber-KB. Karena jarak kelahiran ini harus diatur. Salah satu penyebab stunting itu kalau jaraknya terlalu pendek. Kurang dari 3 tahun itu anak jadi stunting karena tidak mendapatkan perhatian dari ibunya. Apakah perhatian yang berkaitan dengan pemenuhan gizi ataupun yang berkaitan dengan tumbuh kembangnya,” ungkapnya.

Rencananya kegiatan serupa akan segera dilaksanakan di tiga regional lainnya yaitu Tanjung Pinang, Surabaya dan Sorong. n