Ada Satu Lagi Ruangan Anggota DPR Kena Peluru Nyasar

Jakarta, era.id - Penemuan peluru nyasar juga terjadi di ruangan anggota DPR Khatibul Umam (Demokrat) di ruangan bernomor 915 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/10/2018). Dengan demikian, ada lima ruangan yang menjadi tempat berlabuh peluru nyasar pada hari Senin (15/10).

Kelima ruangan itu adalah, ruangan Khatibul, ruang kerja anggota DPR bernomor 2003 milik Totok Daryanto (PAN) 2003, dan ruangan 1008 milik Vivi Sumantri Jayabaya (Demokrat), yang diketahui hari ini.

Lalu, ruangan nomor 1313 milik Wenny Warouw (Gerindra) dan ruangan nomor 1601 milik Bambang Heri (Golkar) yang ditemukan pada Senin (15/10).

Baca Juga : Inilah Tampang Dua Penembak Ruangan Anggota DPR

"Hari ini ditemukan tiga. Satu di lantai 20 pak Totok Daryanto dari PAN. Terus kemudian kedua ditemukan di lantai 10 tempatnya Vivi Sumantri Jayabaya. Ini sekitar setengah tiga tadi ditemukan di lantai 9 (ruang 915) di ruangan Khatibul Umam," kata Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukriyanto saat konfirmasi, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Menurut Didik, peluru yang nyasar di ruang 913 ditemukan pertama kali oleh langsung oleh Khatibul Umam saat hendak melaksanakan salat Asar.

"Yang nemukan ya Mas (Khatibul) Umam sendiri. Pada saat masuk ruangan mau salat ditemukan kok bolong. Baru manggil Pamdal," terangnya.

"Jadi (peluru yang di ruang) mas Umam itu faktanya tembus tidak di bawah kaca. Tembus lemari. Terus naik ke plafon," terangnya.

Baca Juga : Mengapa PNS Kemenhub Bisa Pegang Senjata?

Kasus peluru nyasar ini sudah diungkap polisi. Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua pelaku itu berinisial I (32) asal Tanggerang Selatan dan R (34) asal Duren Sawit, Jakarta Timur. Keduanya diketahui berprofesi sebagai PNS dari Kemenhub. Mereka akan dijerat UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang pemilikan senjata api dengan ancaman  20 tahun penjara.

Buntut penembakan itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengusulkan menambah kaca film untuk mengurangi risiko terjadinya kembali peristiwa semacam ini.

Sebab, bukan kali pertama Gedung DPR disatroni peluru nyasar macam ini. Kata Bambang, seenggaknya peristiwa ini sudah terjadi tiga kali. Dia pun kepada Badan Urusan Rumah Tangga DPR untuk mengurus masalah ini.

"Ke depannya, agar hal ini tidak terulang lagi. Ini sudah tiga kali peluru nyasar ke gedung kita. Mungkin nanti bisa kaca film juga ditambah, atau misalnya menambah penghalang," tutur Bambang dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senin (15/10/2018).

Tag: peluru di ruang anggota dpr