Aturan Minum Madu Sehari Berapa Kali dan Kandungan yang Dimiliki

ERA.id - Madu punya banyak sekali manfaat dan khasiat untuk kesehatan tubuh. Madu menjadi bahan pangan yang dikenal masyarakat umum sebagai obat. Beberapa penyakit yang bisa diredakan dengan madu antara lain batuk, diare, dan asma.

Meski demikian, Anda tidak bisa mengonsumsi madu seenaknya sendiri. Ada aturan minum madu sehari berapa kali yang perlu dipahami, takarannya pun perlu disesuaikan. Minum madu secara berlebih bisa berisiko pada kesehatan.

Aturan Minum Madu Sehari Berapa Kali?

Secara umum, madu adalah bahan pangan yang lebih aman daripada gula biasa, tetapi madu juga bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu kandungan gula yang ada di dalam madu, terlebih lagi saat ini cukup marak produk madu yang telah dicampur gula tambahan.

Data Dietary Guidelines for Americans (2015—2020) menunjukkan, takaran gula harian yang disarankan kurang dari 10 persen kalori yang dikonsumsi per hari. Sementara, menurut The American Heart Association, takaran konsumsi gula wanita tidak lebih dari 100 kalori per hari, sedangkan pria tidak lebih dari 150 kalori per hari. Dengan demikian, konsumsi madu sebaiknya tidak dilakukan dengan berlebihan, khususnya oleh penderita diabetes.

Madu bisa dikonsumsi pagi, siang, atau malam. Namun, waktu terbaik minum madu adalah saat perut masih dalam kosong pada pagi hari. Pada masa tersebut, madu berinteraksi dengan enzim di perut secara maksimal.

Madu yang dikonsumsi dapat menunjang aktivitas tubuh dan otak. Madu juga mampu meningkatkan hormon serotonin yang menunjang aktivitas Anda dalam sehari.

Satu hal penting lagi terkait madu. Bayi berusia di bawah satu tahun tidak disarankan untuk diberi madu. Madu bagi anak berusia di bawah satu tahun berisiko menyebabkan penyakit botulisme. Ini adalah masalah kesehatan serius akibat racun dari spora Clostridium botulinum.

Racun tersebut akan menyerang saraf tulang belakang dan otot sehingga memicu kelumpuhan. Kontaminasi biasanya terjadi pada makanan kedaluarsa atau yang pengolahannya tidak dilakukan dengan baik. Spora ini juga bisa berkembang dengan media madu.

Ilustrasi membuat teh dengan madu (pexels)

Kandungan Madu

Secara umum, madu alami terbuat dari nektar yang mengandung cairan manis. Letaknya ada di dalam mahkota bunga yang bisa diserap oleh lebah atau tawon. Cairan tersebut lantas dikumpulkan dan disimpan oleh lebah atau tawon di dalam sarangnya untuk dijadikan bahan persediaan makanan utama mereka.

Lebah mampu mengubah sakarida menjadi madu melalui proses pengunyahan berkali-kali hingga setengah tercerna. Proses ini tidak terjadi sekaligus. Setelah dikunyah oleh lebah, bentuk sakarida masih cair dan mengandung air. Proses selanjutnya adalah penguapan dan transformasi dengan enzim. Lebah melakukan proses ini untuk mendapatkan cadangan makanan utnuk musim dingin atau terjadi kelangkaan makanan.

Dilansir situs resmi Kemenkes, penelitian menunjukkan bahwa madu punya berbagai kandungan, seperti mineral dan tujuh vitamin B kompleks, dan vitamin C.

Madu memiliki kandungan gula dan nilai gizi tinggi. Komponen madu selain gula adalah mineral, polifenol, vitamin, enzim, asam organik, asam amino, karotenoid, dan senyawa yang mudah menguap.

Menurut Muhilal, pakar gizi di pusat penelitian dan pengembangan gizi Bogor, madu memiliki kandungan asam organik yang terdiri atas asam amino untuk pembuatan protein tubuh (asam amino nonesensial) dan asam amino esensial (lysine, histadin, dan triptofan). Selain itu, madu juga punya kandungan kimia yang punya efek koligemik, yaitu asetikolin. Fungsi dari asetikolin adalah melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah.

Itulah beberapa informasi mengenai aturan minum madu sehari dan kandungannya. Untuk mendapatkan informasi menarik yang lain, ikuti terus Era.id.