Ini Alasan Perekam Video Viralkan Pasutri Rivey Valley Bogor Yang Adang Truk Sampah

ERA.id - Perekam video pasangan suami-istri (Pasutri) yang diduga melakukan penghadangan truk sampah milik DLH River Valley, Palasari, Cijeruk, Kabupaten Bogor akhirnya angkat bicara.

Perekam video tersebut bernama Diah Wulandari, warga River Valey, Palasari, Cijeruk, Kabupaten Bogor juga.

Menurut Diah, alasan dirinya memvideokan peristiwa tersebut karena bentuk pertanggung jawab dia terhadap warganya.

"Memang kita peralihan untuk pengelolaan sampah ini.  Kita lagi giat-giat ini untuk cinta lingkungan termasuk memisahkan sampah organik sama non organik," ujar Diah saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/10/2023) kemarin.

Sebenarnya, lanjut Diah, sampah yang diambil dlh itu sampah yang kering sebenarnya.

"Jadi apa yang di khawatirkan beliau (Pasutri, Red) itu untuk sampahnya bau atau tetesan air itu tidak ada karena truk yang di kirim ke kita itu udah canggih yang kompresor," ucap Diah.

"Jadi tidak ada tetesan bau dan warga pun sudah kita kampanye terus kita edukasi terus bahwa di pisah dan alhamdulillah memang tidak semua tapi sebgaiannya besar sduah melalukan itu 70-80 persen warga sudah melakukan itu," sambung Diah.  

Saat disinggung, peristiwa tersebut di dasari karena perselisihan pemilihan RT, dia tidak menampik hal tersebut

"Sebenarnya itu rentetan, maksudnya runutan kejadian kejadian sebelumnya.  Itu udah kali kesian ya kalau di itung itung. Kemarin puncaknya lah ceritanya," tutup Diah.

Sebelumnya, viral di media sosial, pasangan suami istri di perumahan River Valley, Kabupaten Bogor disebut membuat onar lantaran kalah dari pemilihan RT.

Aksi pasutri tersebut di antaranya melarang truk sampah ke perumahan itu dengan menghadangnya menggunakan mobil Pajero.

Dikutip dari video yang diunggah oleh akun Twitter alias X @txtdaribogor, pasutri tersebut bahkan membentuk RT tandingan usai kalah dari pemilihan.

"Berawal dari kalah pemilihan RT trus bikin RT sendiri yang desa aja ga tau. (pengikutnya paling juga cuma kurang lebih 10KK padahal syarat terbentuknya RT di sini minimal 50KK)," tulis akun itu pada Senin (9/10/2023).

"Truk sampah DLH dihalangin masuk buat angkut sampah warga River Valley Bogor Selatan. Padahal TPS (tempat pembuangan sampah sementara) aja dibongkar dia sendiri, sekarang dia malah halangin truk sampah masuk," caption dari Video yang diambil dari akun TikTok @tarotbogor.

Aksi ini pun membuat warga geram, bahkan sampai menggelar aksi demonstrasi.

Warga meminta pasutri tersebut diusir dari lingkungan.

Warganet pun tidak habis pikir dengan perlakuan pasangan suami-istri tersebut, hanya karena kalah pemilihan ketua RT.

"Emang jadi RT duitnya kenceng ya?" tanya akun Twitter @anaive__ yang juga ditanyakan oleh beberapa akun lainnya.

Sementara seorang pengguna akun Twitter @amilies_ memberikan saran penyelesaian terbaik bagi kedua belah pihak.

"Sampaikan masalah ke pihak desa dan BPD wilayah situ, minta mediasi tingkat desa bersama babinsa dan babinkamtibmas, bawa bukti2 serta saksi. Gak bisa selesai di situ bawa ke tingkat kecamatan dimediasi bersama polsek. Moga cepet selesai," tulisnya.