Gegara Ucapkan Assalamualaikum, Wanita di Prancis Ditangkap Polisi

ERA.id - Seorang wanita di Paris, Prancis, ditangkap polisi setelah dia mengucapkan salam dalam bahasa Arab atau assalamualaikum. Penangkapan itu dilakukan setelah seorang tetangganya melaporkan dia ke pihak berwajib.

Menurut laporan Middle East Monitor, penangkapan itu dibenarkan oleh pengacara korban, Nabil Boudi. Dalam pernyataan di media sosial, Nabil mengatakan bahwa kliennya ditangkap setelah mengucapkan salam dalam bahasa Arab.

"Klien ditempatkan di GAV pagi ini karena tetangganya diduga mendengar dia mengucapkan 'salam aleykum' kepada pekerja di gedung tersebut. Tetangga mengajukan pengaduan, klien yang ditempatkan di GAV, meminta penjelasan kepada OPJ," cuit Nabil Boudi, dikutip X atau Twitter, Senin (16/10/2023).

Wanita yang dilaporkan oleh tetangganya itu dikatakan menyapa para pekerja di gedung yang sama. Tetangga yang dirahasiakan identitasnya itu tidak terima dia mengucapkan 'Assalamualaikum'.

Dia pun dilaporkan ke polisi dan ditahan sementara waktu sebelum akhirnya dibebaskan. Saat ditanyai alasan melakukan penangkapan tersebut, pihak polisi yudisial mengatakan mereka tidak ingin mengambil risiko apa pun dalam kondisi saat ini.

"Dengan kondisi saat ini, kami tidak dapat mengambil risiko apa pun," kata petugas polisi.

Situasi saat ini yang dikutip oleh pejabat tersebut mengacu pada aksi serangan Israel di Jalur Gaza dan eksodus paksa lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana, menyusul operasi kelompok perlawanan Hamas ke wilayah yang dikuasai Israel akhir pekan lalu.

Sejak bentrokan baru dimulai, Israel telah melakukan pengepungan total terhadap Gaza dengan memutus semua pasokan listrik, air, makanan, bahan bakar, dan bantuan ke jalur tersebut. Bukan hanya itu saja, Israel telah mengintensifkan pemboman untuk mendorong warga Palestina lebih jauh ke selatan hingga ke perbatasan Mesir, yang mana masih ditutup.

Seruan itu merupakan upaya untuk membersihkan seluruh wilayah dari seluruh penduduknya, dalam apa yang dikutuk sebagai kampanye pembersihan etnis dan genosida.

Namun, di luar kawasan Eropa dan dunia Barat yang lebih luas, situasi ini kemudian menyebabkan meningkatnya ketegangan antara individu dan elemen yang pro-Palestina atau pro-Israel dan pendudukannya. Akibatnya, diperkirakan akan terjadi peningkatan serangan atau pelecehan Islamofobia, seperti insiden yang dilaporkan ini.