Telepon PM Israel, Putin Bocorkan Obrolan dengan Pimpinan Arab

ERA.id - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan sambungan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Panggilan telepon itu pertama kali dilakukan Putin demi menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.

Dalam sambungan telepon itu, Putin mengatakan bahwa Moskow ingin membantu mencegah bencana kemanusiaan di Gaza. Ia juga memberi sedikit bocoran obrolan dengan para petinggi Arab, termasuk pimpinan Palestina, Mahmoud Abbas.

“Pihak Israel secara khusus mendapat informasi mengenai poin-poin penting dari korespondensi telepon yang terjadi hari ini dengan para pemimpin Palestina, Mesir, Iran dan Suriah,” kata Kremlin, dikutip The Moskow Times, Rabu (18/10/2023). 

Selain itu, obrolan Putin dan Netanyahu juga membahas tentang situasi krisis yang terjadi akibat konflik Israel dan Hamas. Dia juga mengatakan kepada Netanyahu tentang “langkah-langkah yang diambil Rusia untuk membantu menormalkan situasi, mencegah peningkatan kekerasan lebih lanjut dan mencegah bencana kemanusiaan di Jalur Gaza”. 

“Rusia memiliki keinginan mendasar untuk melanjutkan tindakan yang ditargetkan untuk mengakhiri konflik dan menemukan penyelesaian damai melalui cara-cara politik dan diplomatik,” katanya. 

Kremlin mengatakan Putin menyampaikan belasungkawanya kepada Netanyahu atas kematian lebih dari 1.300 warga Israel dalam gelombang serangan yang dilancarkan dari Gaza pada 7 Oktober oleh kelompok militan Islam Hamas.

Israel telah menanggapi serangan tersebut dengan pengeboman hebat selama 10 hari yang menurut pihak berwenang Gaza telah menewaskan sedikitnya 2.750 orang, sebagian besar warga sipil. 

Putin mengatakan pekan lalu bahwa Israel mempunyai hak untuk membela diri, namun serangan darat Israel di Gaza akan menyebabkan jumlah korban sipil yang benar-benar tidak dapat diterima. 

Lebih lanjut, Putin juga berbicara dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Dia minta bantuan dari Kairo dalam mengevakuasi warga Rusia dari Gaza. 

Moskow secara tradisional menjaga hubungan baik dengan otoritas Israel dan Palestina, serta beberapa pemain regional seperti Suriah, Mesir, dan Iran.