Putuskan Hubungan dengan PM Israel Netanyahu, Erdogan: Tak Bisa Diajak Bicara

ERA.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan telah memutuskan semua kontak dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena serangan Israel ke Gaza.

"Netanyahu bukan lagi orang yang bisa kami ajak bicara," ucap Erdogan seperti dikutip dari Arab News, Sabtu (4/10/2023).

Meskipun begitu, Erdogan menambahkan bahwa Turki tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel secara keseluruhan.

"Memutuskan hubungan sepenuhnya tidak mungkin, terutama dalam diplomasi internasional," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kepala Badan Intelijen Turki Ibrahim Kalin tengah memimpin upaya Turki melakukan mediasi untuk mengakhiri perang.

"Ibrahim Kalin sedang berbicara dengan pihak Israel. Tentu saja, dia juga sedang bernegosiasi dengan Palestina dan Hamas," ucap Erdogan.

Minggu lalu, Israel mengumumkan bahwa mereka sedang mengevaluasi hubungan dengan Ankara dan menarik semua diplomatnya dari Turki sebagai tindakan keamanan.

Pasukan Israel mengepung Gaza dengan dalih menghancurkan Hamas yang telah melancarkan serangan pada 7 Oktober lalu. Menurut pejabat Israel, serangan Hamas menewaskan sekitar 1.500 orang.

Sementara itu, jumlah warga sipil Palestina yang tewas usai serangkaian serangan militer Israel di Gaza mencapai 9.488 orang menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

"Para korban termasuk 3.900 anak dan 2.509 perempuan, sementara 24.000 orang lainnya terluka," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra, dalam konferensi pers di Kota Gaza, Sabtu (4/10/2023).

"70 persen dari korban agresi adalah anak-anak, perempuan, dan orang tua," tambah juru bicara tersebut.