Puluhan Pekerja India Hampir Seminggu Terjebak di Terowongan Runtuh, Tim Penyelamat: Butuh Waktu 48 Jam Lagi

ERA.id - Tim penyelamat India memperingatkan bahwa diperlukan waktu dua hari lagi atau 48 jam untuk menyelamatkan 40 pekerja yang terjebak di terowongan runtuh. Waktu itu digunakan untuk membersihkan puing-puing yang runtuh selama hampir seminggu.

Para penggali telah melakukan upaya memindahkan puing-puing reruntuhan sejak Minggu (12/11/2023) pagi demi membuat jalan keluar bagi para pekerja. Akan tetapi upaya penyelamatan itu terhambat karena puing-puing terus berjatuhan.

"Jika pekerjaan terus berlanjut seperti ini, diperlukan waktu 40-48 jam lagi untuk menyelamatkan para pekerja,” kata pemimpin penyelamat Deepak Patil, dilansir AFP, Jumat (17/11/2023).

Hampir seminggu 40 pekerja di India terjebak di terowongan Uttarakhand, Himalaya. Misi penyelamatan dengan menggunakan pengeboran bumi gagal lantaran terjadi masalah.

Angkatan Udara pun menerbangkan mesin pengeboran baru pada pesawat militer C-130 Hercules, dengan mata bor raksasa membentang sepanjang ruang kargo pesawat. Sementara para insinyur mencoba memasukkan pipa baja dengan lebar sekitar 90cm melewati puing-puing.

Ukuran itu dinilai cukup untuk dilewati para pekerja yang terjebak di dalam terowongan. Akan tetapi hingga Kamis malam, hanya pipa sepanjang 18m yang berhasil dimasukkan ke dalam puing-puing dengan bantuan mesin baru.

Pemerintah India dikabarkan meminta bantuan dari perushaan Thailand yang menyelamatkan anak-anak dari gua yang banjir pada tahun 2018 lalu. Selain itu, pemerintah India juga disebut meminta bantuan dari pakar teknik mekanika tanah dari Institut Geoteknik Norwegia.

Sejauh ini, tim penyelamat sudah melakukan komunikasi dengan puluhan pekerja melalui sambungan radio. Mereka juga diberikan bantuan obat-obatan, makanan, minuman, serta oksigen melalui pipa selebar 15cm.

Menurut laporan media lokal, sejumlah pekerja yang terjebak jatuh sakit dengan berbagai kondisi seperti muntah-muntah, sakit kepala, kecemasan, dan masalah perut.

Sebuah rumah sakit lapangan dengan enam tempat tidur juga telah didirikan di luar lokasi dengan ambulans yang siaga untuk memindahkan kasus-kasus serius ke rumah sakit yang sesuai.

Terowongan sepanjang 4,5 km dibangun antara kota Silkyara dan Dandalgaon untuk menghubungkan Uttarkashi dan Yamunotri, dua tempat suci Hindu paling suci.