Andika Kumpulkan Dugaan Bukti Pencopotan Alat Kampanye Ganjar-Mahfud oleh Aparat

ERA.id - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa, mengatakan sedang mengumpulkan bukti adanya aparat yang diduga mencopot alat sosialisasi berupa rontek Ganjar Pranowo di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.

“Tim hukum di bawah deputi hukum sedang melakukan inventarisasi, banyak bagian-bagiannya termasuk mitigasi itu sedang mengumpulkan bukti-bukti, karena semuanya akan ditangani oleh deputi hukum TPN,” kata Andika dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu kemarin.

Dia mengatakan TPN juga sedang menghimpun bukti-bukti oknum APH yang disebut oleh Aiman Witjaksono diduga tidak netral dalam Pemilu 2024.

“Jadi biarkan nanti proses dari Tim Hukum TPN yang akan kemudian menerangkan dan menjelaskan satu per satu,” katanya.

Ia mengatakan PDI Perjuangan juga akan meresmikan satuan tugas (satgas) yang menyediakan posko di berbagai daerah untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 agar berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Bukan hanya posko, tapi juga mereka memberikan payung kepada masyarakat di sekitar posko itu sendiri. Seandainya mereka tahu atau mendapatkan perlakuan-perlakuan yang tidak semestinya,” katanya.

Sementara Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto mengatakan TPN mulai merasakan tekanan dari pendukung pasangan calon presiden/wakil presiden lain.

Namun menurut dia, tekanan tersebut justru menjadikan dukungan mereka semakin kuat terhadap Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.

"Buktinya rakyat memberikan dukungan. Ketika ada tekanan pencopotan baliho Pak Ganjar-Prof Mahfud, rakyat menyediakan rumahnya. Ini, kan, the essence of people movement. Ini yang kemudian tampak berbeda dengan yang lain," kata Hasto.​​​