Atlet Paralimpik Thailand Bunuh Diri Usai Tembak Mati Istri dan Ibunya di Pesta Pernikahan

ERA.id - Atlet paralimpik asal Thailand, Chaturong Suksuk, menembak mati istrinya dan empat orang lainnya saat menggelar resepsi pernikahan. Chaturong juga menembak dirinya sendiri dan dinyatakan tewas seketika.

Menurut laporan Bangkok Post, insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 23:25 waktu setempat di sebuah rumah di desa Moo 1 di tambon Wang Nam Khieo, distrik Wang Nam Khieo, di mana pesta pernikahan Chaturong dan Kanchana Pachunthuek diadakan.

Selama pesta berlangsung para tamu melihat Chaturong tidak nampak bahagia seperti layaknya pengantin yang baru saja menikah. Menjelang larut malam, Chaturong tiba-tiba keluar dari pesta dan menuju mobilnya.

Tidak berselang lama, dia kembali dengan membawa pistol dan menembakkan senjatanya ke pengantin wanita, yang merupakan istrinya. Selain itu, dia juga menembak ibunya Kingthong Klajoho, adik perempuannya Kornnipa Manato, dan seorang tamu Thong Nonkhunthod.

Sementara satu tamu lainnya, Bamrung Chatherat terluka parah. Chaturong kemudian menembakkan senjatanya ke dirinya sendiri dan tewas seketika. Sedangkan Bamrung langsung dilarikan ke Rumah Sakit Maharat Nakhon Ratchasima untuk menjalani perawatan.

Kepala polisi Wang Nam Khieo, Kolonel Roongjroj Tang-amunay, mengatakan 11 selongsong amunisi 9 mm ditemukan dari lokasi penembakan. Pihaknya juga bergerak untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Dalam laporan, Chaturong diidentifikasi sebagai mantan tentara marinir yang bertugas di pangkalan angkatan laut Sattahip di CHon Buri. Ia mengalami cedera di salah satu kakinya akibat tertabrak kereta api yang menyebabkan tubuhnya cacat.

Chaturong merupakan anggota tim atlet penyandang disabilitas Thailand yang mengikuti Asean Para Games ke-11 di Indonesia pada 2022 dan meraih medali perak di cabang renang. Ia juga masuk ke dalam daftar atlet penyandang disabilitas yang akan berlaga di World Abilitysport Games 2023 yang akan digelar pada 1-9 Desember di Nakhon Ratchasima.

Penyelidikan awal menemukan bahwa pasangan tersebut bertengkar selama pesta, lapor The Nation. Para saksi mata mengatakan pertengkaran itu dipicu oleh rasa tidak aman sang mempelai pria, karena ia takut istrinya akan meninggalkannya demi pria lain karena kondisinya.

Insiden pada 25 November itu terjadi hanya beberapa hari setelah adanya laporan bahwa Menteri Dalam Negeri Thailand Anutin Charnvirakul telah menandatangani perintah untuk menghentikan penerbitan izin kepemilikan senjata selama satu tahun.

Perintah tersebut menyusul serentetan penembakan baru-baru ini di ibu kota Thailand dan bertujuan untuk membatasi kekerasan bersenjata di negara tersebut.