Kemlu RI: Indonesia Tak Akan Menyerah Perjuangkan Gencatan Senjata di Gaza

ERA.id - Indonesia tidak akan menyerah memperjuangkan gencatan senjata segera di Gaza, setelah Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pekan lalu, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, Iqbal mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ini sedang berada di Jenewa, Swiss untuk menghadiri pertemuan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dewan HAM PBB untuk mengupayakan gencatan senjata itu dan memastikan bantuan kemanusiaan segera disalurkan ke Gaza.

"Menlu Retno dan Menlu OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palang Merah Internasional, Dirjen WHO, dan Komisi Tinggi HAM PBB," ucap Iqbal dikutip dari Antara.

Menurut dia, upaya Indonesia dan negara-negara OKI sudah mulai terlihat, salah satunya disepakatinya untuk memulai pembicaraan pembukaan pintu kedua untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, selain dari pintu perbatasan Rafah.

"Kami berharap segera ada kesepakatan agar dibuka satu pintu lagi untuk menyalurkan bantuan ke Gaza," ujar dia.

Dikutip dari Xinhua, Israel akan membuka perbatasan Keren Shalom di Israel selatan mulai Selasa untuk pemeriksaan keamanan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza, kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan pada Senin.

Saat ini, semua truk yang membawa bantuan kemanusiaan harus diperiksa di perbatasan Nitzana Israel sebelum memasuki Gaza, sehingga menghambat masuknya air, makanan, obat-obatan ke wilayah kantong Palestina yang terkepung itu.

Iqbal lebih lanjut mengatakan bahwa Indonesia juga akan menjadi co-sponsor dari rancangan resolusi yang diusulkan Liga Arab kepada Majelis Umum PBB.

Dia juga menyampaikan bahwa Liga Arab sudah mengusulkan agar diselenggarakan sesi khusus Majelis Umum PBB untuk membahas draf resolusi yang sama seperti yang telah dibahas di Dewan Keamanan PBB.

"Harapannya draf ini dapat segera dibahas dan diadopsi," katanya.

AS pada Jumat pekan lalu memveto rancangan resolusi DK PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza. Teks yang disponsori oleh hampir 100 negara anggota PBB tersebut mendapat dukungan dari 13 anggota Dewan Keamanan. Sementara Inggris, anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, memilih abstain.

Iqbal menyatakan bahwa DK PBB telah gagal menunjukkan relevansi dalam menjaga perdamaian dunia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Minggu (10/12) menyatakan bahwa dia tidak akan menyerah dalam menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, dan menambahkan bahwa perang tersebut telah merusak kredibilitas dan otoritas Dewan Keamanan sebagai penjaga keamanan dan perdamaian dunia.