Pekerja Prancis Tewas Akibat Bom Israel ke Rumah Warga, Menlu: Kami Meminta Penjelasan!

ERA.id - Pemerintah Prancis mengatakan salah satu pekerjanya meninggal dunia akibat luka selama serangan Israel di Rafah, di selatan Jalur Gaza. Pekerja itu tewas bersama 10 orang lainnya.

Menteri Luar Negeri Prancis, Catherine Colonna mengatakan, pria yang merupakan warga Palestina itu bekerja untuk Institu Prancis selama beberapa dekade. Dia tewas saat mencari perlindungan di rumah seorang kerabatnya di konsultan Prancis bersama dua rekan lainnya.

"Rumah itu terkena serangan udara Israel pada Rabu malam, yang melukai agen kami dan menewaskan sekitar 10 orang lainnya," kata Catherine, dikutip Reuters, Senin (18/12/2023).

"Dia kemudian meninggal karena luka-lukanya," tambahnya, tanpa memberikan tanggal pastinya.

Prancis mengutuk pemboman sebuah bangunan tempat tinggal. Catherine juga menegaskan pihaknya sudah meminta penjelasan terhadap Israel terkait sasaran pemboman yang mengarah ke rumah warga sipil.

"Kami telah meminta penjelasan mengapa rumah itu dihantam (bom)," katanya.

Meski demikian, Israel tidak menanggapi kabar tersebut.

Catherine Colonna menyerukan "gencatan senjata segera dan abadi" antara Hamas dan Israel untuk memungkinkan gencatan senjata kemanusiaan dan mendesak Israel untuk "melindungi kehidupan warga sipil sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional."

Israel mengatakan pihaknya berupaya melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan hukum internasional, meskipun para kritikus dan bahkan sekutu terdekatnya, AS, mengatakan bahwa Israel perlu berbuat lebih banyak.