Mereka Menanti Kepastian yang Tak Diharapkan

Jakarta, era.id - Dipastikan, tak ada penumpang Lion Air JT 610 yang selamat. Tapi keluarga korban tetap setia menunggu kabar yang jawabannya sebenarnya sudah mereka tahu.

Pencarian korban pesawat ini sudah masuk ketiga. Hampir tak ada jenazah utuh dari penumpang dan awak pesawat --sejauh ini-- yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan.

Fahrozi, pria berkacamata, kakak penumpang Murdiman ini berharap, adiknya bisa ditemukan. Kakak anggota DPRD Bangka Belitung itu juga sempat menitipkan permintaannya itu kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.

Saat itu, Gubernur Erzaldi memang hadir di RS Polri Kramat Jati untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban yang sebagian besar adalah warganya. Bahkan untuk anggota DPRD, jenazah mereka nantinya akan disalatkan dulu di kantor dewan.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan dan Fahrozi (Tsatsia/era.id)

"Jadi tadi sempat bicara dengan Pak Gubernur. Katanya korban akan ditampung di kantor dewan. Termasuk keluarga saya akan dibawa ke sana, dikumpulkan, disalatkan di kantor dewan dan diserahkan kepada keluarga," kata Fahrozi kepada wartawan di Posko Trauma Healing, RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Meski guratan lelah tergambar di wajahnya, tapi ia tetap mau meladeni para pewarta yang menanyakan bagaimana kondisi adiknya sebelum pergi.

"Saya dan dia memang sudah biasa pergi. Dia (Murdiman) sendiri sudah sering namanya perjalanan dinas seminggu pasti tiga kali. Dia selalu naik pesawat tapi dia jarang naik Lion Air," ungkap Fahrozi.

Fahrozi kemudian mengungkapkan kalau adiknya itu punya lima anak asuh dan kelimanya adalah yatim piatu dan disekolahkan Murdiman di pesantren.

Ia juga bercerita, awalnya dirinya tak sadar kalau adiknya belum tiba di Tanjung Pinang meski penerbangan harusnya hanya sebentar. Kemudian ketika mendengar adanya kecelakaan pesawat Lion Air JT610, dia lemas saat tahu adiknya ada dalam daftar manifes penumpang.

"Saya lihat, langsung saya kontak istrinya dan saya langsung berangkat ke Soekarno Hatta untuk mencari adik saya," ungkapnya.

Tak hanya Fahrozi, Inchy Aryobaba juga kini masih menunggu kabar suaminya Paul Ferdinand Ayorbaba. Mengobati rasa rindu, ia cuma bisa menyaksikan sebuah video singkat Paul. Sebuah video yang direkam Paul di Bandara Soekarno-Hatta tidak beberapa lama sebelum dia naik pesawat nahas itu. Terlihat jelas pesawat masih  terpakir sebelum akhirnya terbang dan tak kembali lagi.

Di video itu, Paul juga sempat mengambil video tiket yang sudah dibelinya dan pesawat Lion JT 610 yang akan ditumpanginya. Inchy bilang, video itu dikirim suaminya pukul 05.45 WIB sebelum berangkat. 

Namun dia baru melihat video yang dikirim suaminya itu sekitar pukul 06.30 WIB setelah dirinya terbangun dan saat itu ia coba menghubungi Paul namun handphone Paul masih belum bisa dihubungi saat itu.

Tangkap layar video Paul Ferdinand Ayorbaba (Istimewa)

"Biasanya dia selalu ngabarin saya. Tapi sampai jam 08.30 WIB belum ada kabar. Saya positif thinking saya pikir masih sibuk ambil barang atau apa. Habis WhatsApp saya buka YouTube,” ujarnya kepada wartawan.

Di sinilah mimpi buruk itu muncul. Saat membuka YouTube ia kemudian langsung membaca berita ada pesawat Lion Air yang hilang kontak dan diduga terjatuh.

"Saya langsung shock, saya belum lihat cuma lihat Jakarta-Pangkal Pinang. Saya shock dan bilang, oh dia ada di sini," ujarnya sambil menahan tangis.

"Saya tetap berharap yang terbaik. Saya enggak pernah berpikir yang lain, semua berharap yang terbaik," tutupnya.

Tag: lion air jatuh