Stiker Pj Gubernur Heru Budi Jejali Halte TJ, Dishub DKI: Demi Jaga Pemilu

ERA.id - Media sosial dihebohkan dengan foto stiker Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, yang menjejali halte-halte TransJakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo pun merespons. Katanya, demi menjaga agar pemilu dapat berjalan lancar, aman dan damai, pihaknya memasang 'banner' sosialisasi di Halte TransJakarta.

Sosialisasi tersebut, kata Syafrin, sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat Jakarta menyambut pesta demokrasi tahun 2024.

Selain itu, lokasi yang ​​​​​dipasang stiker bertuliskan "Pilihan cerdas, Pemilu aman, Indonesia Kuat!" itu memang titik yang digunakan untuk memasang iklan.

Untuk sementara waktu, selama belum ada pemasang iklan, maka digunakan untuk sosialisasi menyukseskan Pemilu 2024.

Titik yang digunakan stiker tersebut adalah titik untuk iklan, namun belum ada penyewa atau terisi.

"Untuk itu sementara dioptimalkan sebagai media sosialisasi untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang lancar, aman dan damai," kata Syafrin.

Sebelumnya, Manajemen PT TransJakarta menyebutkan pemasangan stiker Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di sejumlah halte TransJakarta berisi imbauan agar masyarakat ikut berperan menjaga Pemilu 2024 berlangsung aman dan damai.

"Stiker sudah kami pasang sejak 10 November 2023 lalu. Ini dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilu 2024, ajakan untuk menjaga agar pemilu berjalan aman," kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta Wibowo di Jakarta, Kamis (11/1).

Wibowo menyebutkan penempatan stiker tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing halte.

Sedangkan Heru menyebutkan, keamanan Jakarta saat Pemilu 2024 perlu dijaga karena posisi Jakarta merupakan barometer politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan di Indonesia.

Dia mengatakan, Jakarta memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas pemilu saat kerawanan Pemilu 2024 mulai terlihat.

"Para tokoh masyarakat dan pemuka agama dapat memberikan kontribusi positif dalam menyelesaikan perbedaan pendapat yang mungkin muncul selama proses kampanye dan pelaksanaan Pemilu 2024," kata Heru di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan, Senin (13/11/2023).