AS Sebut Gerakan Ansarullah Teroris, PBB Tetap Komitmen Bantu Warga Yaman

ERA.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tegas menyatakan akan berkomitmen membantu warga Yaman meski Amerika Serikat (AS) mendeklarasikan Gerakan Ansarullah Yaman sebagai gerakan teroris.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan bahwa Keputusan AS untuk memasukkan Gerakan Ansarullah Yaman ke dalam daftar kelompok teroris adalah "keputusan yang dibuat oleh satu negara tanpa melibatkan PBB".

“Yaman sangat bergantung pada impor barang dan bantuan kemanusiaan. PBB berkomitmen untuk terus membantu warga Yaman berdasarkan prinsip netralitas,” kata Dujarric dikutip dari IRNA.

Juru Bicara PBB tersebut juga memperingatkan bahwa sanksi sepihak dari sebuah negara dapat mempengaruhi masyarakat di negara penerima sanksi.

Berdasarkan perkiraan PBB, lebih dari 80 persen populasi Yaman masih kesulitan untuk mengakses makanan, air layak minum, dan layanan kesehatan yang memadai.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengumumkan bahwa keputusan Washington untuk memasukkan Gerakan Ansarullah Yaman ke daftar kelompok teroris akan mulai berlaku setelah 30 hari.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan juga mengklaim bahwa keputusan itu merupakan respons atas ancaman dan serangan bertubi-tubi di Laut Merah.

“Jika Ansarullah berhenti melakukan serangan di Laut Merah dan Teluk Aden, AS akan mengevaluasi kembali keputusan ini,” ujar Sullivan.

Adapun serangan di Laut Merah merupakan pembalasan Gerakan Ansarullah Yaman terhadap Israel yang melakukan genosida di Gaza. Tentara Yaman menyasar pos-pos Israel, kapal-kapal milik negara itu, dan kapal yang menuju ke pelabuhan Israel di wilayah Palestina yang tengah diduduki.