Viral Warga Sampang Ngamuk Tak Terima Surat Undangan Pencoblosan, Ancam Bakar TPS hingga Tuding Kecurangan

ERA.id - Sebuah video viral menunjukkan sejumlah warga di Sampang, Madura, ngamuk di Tempat pemungutan Suara (TPS). Sejumlah warga itu mengaku belum menerima undangan untuk mencoblos di hari pemilu.

Dalam video yang beredar di sosial media X akun @mayangrsh, video menunjukkan sejumlah warga ngamuk lantaran belum menerima surat undangan untuk pencoblosan. 

Surat undangan blm diedarkan. Warga demo, minta undangan. Lokasi: Kec. Ketapang, Sampang,” tulis keterangan akun itu.

Pada video lainnya, warga yang ngamuk dengan bahasa Madura lantaran belum menerima undangan mengancam akan membakar TPS. Warga juga terlihat membunyikan klakson motor lantaran kesal tidak mendapat undangan pemilihan.

Bukan hanya itu saja, warga juga menemukan indikasi kecurangan TPS yang diduga melakukan pencoblosan lebih awal yang ada di kotak suara. Dugaan itu ditemukan lantaran kotak suara sudah dalam kondisi terbuka.

“Bukteh riyah bukteh riyah yeh. Ecoblos edimmah? kakeh ketuan yeh kakeh mak deiyeh man katomanin,(bukti ini bukti ini ya dicoblos di mana? Kamu ketuanya ya kamu kok begitu. Kebiasaan semua),” teriak warga. 

Selain itu, akun tersebut juga membagikan tangkapan layar percakapan dengan salah seorang warga Sampang, Madura, yang mengaku banyak pemilih yang melakukan pencoblosan bukan dari daerah asalnya. 

Rumah di mana, nyoblos di mana. Case: orang dusun barat, nyoblos di dusun timur. Pemilu sebelumnya, rumah di dusun timur, nyoblos di dusun timur. Mau bikin orang mager ke TPS apa gmn,” ujarnya.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/2/2024) malam di Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Sampang. Ketua PPK Kecamatan Karang Penang, Sudar membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengaku kemarahan warga lantaran formulir pendaftaran belum diterima oleh sejumlah warga. 

“Ada beberapa C6 pemberitahuan belum sampai ke masyarakat,” katanya dilansir Detik, Rabu (14/2/2024).

Terkait dugaan surat suara tercoblos, dia menegaskan hal itu tidak benar. Dia juga akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan KPU terkait kejadian yang terjadi.