Simak Sebab Orang Jadi Fanatik: dari Gulliver Travel hingga Donald Trump

ERA.id - Pergolakan fanatisme telah menjadi sorotan dalam dinamika sosial dan budaya. Lantas sebenarnya apa yang membuat orang menjadi fanatik?

Artikel ini akan menjelajahi akar penyebab dan faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk menjadi fanatik. Hal tersebut agar dapat memberikan wawasan tentang bagaimana dan mengapa fanatisme dapat tumbuh di masyarakat.

Fenomena Fanatisme di Seluruh Dunia

Profesor Emeritus Psikiatri dan mantan Ketua di Duke University, Allen Frances MD, dalam tulisannya yang berjudul “ Inside the Mind of Fanaticism” menjelaskan jika fanatisme semakin mendapatkan kekuatan dan legitimasi.

Beberapa negara sudah dikuasai fanatisme, seperti seperti Korea Utara, Suriah, dan Myanmar. Kemudian beberapa lagi bermain-main dengan fanatisme seperti Hungaria, Polandia, dan Amerika Serikat. Sementara itu, beberapa negara menjadi korban berulang dari teroris fanatik seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Allen menjelaskan jika kini Amerika Serikat selalu memiliki sejumlah kelompok fanatik, namun sebelum Donald Trump berkuasa mereka tidak pernah merasa begitu berani atau diberi legitimasi seperti sekarang dari Gedung Putih.

Banyak masyarakat Amerika menjadi fanatik setelah pemerintahan Donald Trump (unsplash)

Apa yang Membuat Orang Menjadi Fanatik?

Terkait dengan fanatisme, Allen banyak mengutip pandangan dari Andre Haynal, ahli dunia tentang fanatisme.

Profesor Haynal telah menjadi pengamat fanatisme selama 80 tahun. Dia dengan jelas mengingat pidato mengerikan Hitler yang bersukacita atas pengambilalihan Jerman terhadap Austria dan hidup di bawah tiga rezim fanatik yang berbeda di Hungaria (Nazi, Komunis, Fasis Hungaria).

Selain itu, Haynal juga telah mempelajari dengan keprihatinan fenomena Trump di Amerika Serikat dan pertumbuhan nasionalisme fanatik di banyak negara Eropa.

Profesor Haynal adalah mantan Ketua Departemen Psikiatri Universitas Jenewa; mantan Presiden Asosiasi Psikoanalisis Swiss; dan penulis "Encounters with The Irrational".

Haynal sendiri dibantu oleh istrinya, Veronique Haynal, seorang psikoterapis di Jenewa, yang sepenuhnya turut serta dalam semua pekerjaannya.

Haynal dan istrinya menulis: "Kamus mendefinisikan seorang fanatik sebagai seseorang dengan semangat yang berlebihan dan berorientasi tunggal. Sinonimnya termasuk ekstremis, radikal, chauvinis, militan, fanatik, sektarian, fanatik, dan dogmatis. 'Fanatik' berasal dari kata Latin yang menjelaskan kepemilikan oleh dewa atau setan. Dalam penggunaan saat ini, itu lebih sering menggambarkan kepemilikan oleh suatu penyebab atau sistem kepercayaan - keagamaan, nasionalis, rasialis, politik, atau ideologis.

Menariknya, Haynal mengutip cerita "Gulliver Travel" karya Jonathan Swift, yang menceritakan perang pahit dan berdarah antara Lilliputians yang fanatik dan Blefuscudians yang sama-sama fanatik.

Gulliver Travel berkisah tentang cara yang benar untuk membuka telur rebus, hingga akhirnya sebelas ribu orang memilih mati daripada mendapat celaan karena membuka telur di tengah atau di ujung yang sempit.

Haynal juga menjelaskan terkait banyak faktor yang menjadi penyebab fanatisme, berikut di antaranya:

  • Perubahan sosial yang cepat, sebagai contoh dalam teknologi, peluang ekonomi, tata hidup, tradisi, cita-cita, nilai, harapan
  • Terputusnya dari masa lalu, ketakutan di masa sekarang, dan tidak dapatnya seseorang mengendalikan masa depan
  • Perebutan pekerjaan yang sengit dari komputer dan outsourcing multinasional
  • Merasa bahwa orang lain (terutama minoritas dan imigran) mencuri status dan sumber daya
  • Nyaman menjadi bagian dari komunitas tertutup yang berpikiran sama
  • Deprivasi sosial-ekonomi dan ketidaksetaraan
  • Seorang pemimpin karismatik yang dengan percaya diri muncul dengan janji besar yang menawarkan kemakmuran, keamanan, dan stabilitas

Selain apa yang membuat orang menjadi fanatik, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…