Gerindra Jelaskan soal Tak Dapat Coattail Effect di Pemilu 2024, Sebut Prabowo Berbesar Hati

ERA.id - Partai Gerindra mengakui jika pihaknya tidak mendapatkan coattail effect atau efek ekor jas yang signifikan pada Pemilu 2024. Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto disebut ikhlas jika partainya mendapat suara lebih rendah atau kalah dari PDIP.

"Jadi gini, itulah bentuk konkrit kebesaran hati Pak Prabowo dan Partai Gerindra. Ya karena, kenapa partai Gerindra nggak dapet coattail effect yang maksimal? Karena berbagi dengan partai-partai pengusung yang lain. Ada Golkar, PAN Demokrat, ya kita berbagi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman kepada wartawan di Medcen TKN Prabowo-Gibran, Rabu (21/2/2024).

Habiburokhman menjelaskan Prabowo yang juga merupakan calon presiden (capres) jarang hadir ke agenda kampanye Partai Gerindra. Prabowo lebih banyak datang ke agenda kampanye partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Diketahui, pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam hasil quick count Pilpres 2024 jika dibandingkan paslon lainnya, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Namun, meskipun suara Prabowo unggul jauh dalam pilpres, Partai Gerindra yang diketuainya tak kunjung memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan legislatif (pileg). Sebaliknya, PDI Perjuangan masih yang teratas dalam pileg, padahal Ganjar yang menjadi kadernya berada di posisi buncit dalam pilpres.

Berdasarkan laporan berbagai lembaga survei, Partai Gerindra menempati posisi ketiga di bawah PDIP dan Partai Golkar. Dari hasil final hitung cepat CSIS misalnya, Partai Gerindra meraih suara 13,91 persen, sementara Partai Golkar 15,14 persen dan PDIP mencapai 16,46 persen.