Paus Fransiskus Minta Ukraina Kibarkan Bendera Putih, Rusia: Ambisi Barat

ERA.id - Rusia memberi tanggapan tentang seruan Paus Fransiskus terkait pembicaraan dengan Moskow untuk mengakhiri konflik di Ukraiana. Rusia menyebut seruan itu sebagai permintaan dari Barat.

Menurut laporan kantor berita Italia ANSA, pernyataan Paus Fransiskus tentang Ukraina harus memiliki keberanian untuk merundingan berakhirnya perang semata-mata demi memuaskan negara Barat.

"Menurut saya, Paus meminta Barat untuk mengesampingkan ambisinya dan mengakui bahwa hal itu salah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Zakharova mengatakan Barat menggunakan Ukraina sebagai instrumen ambisinya untuk melemahkan Rusia. Sedangkan bagi Rusia, pihaknya tidak pernah menghalangi perundingan.

Selain itu, dia juga menyebut situasi di Ukraina berada di jalan buntu.

Ukraina pada Minggu (10/3/2024) menolak seruan Paus Fransiskus untuk merundingkan diakhirinya perang dengan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Paus terlibat dalam mediasi virtual, seraya menambahkan menteri luar negeri menyatakan Kyiv tidak pernah menyerah.

Presiden Vladimir Putin mengirim ribuan tentara ke Ukraina pada Februari 2022, memicu perang skala penuh setelah delapan tahun konflik di Ukraina timur antara pasukan Ukraina di satu sisi dan Ukraina pro-Rusia serta proksi Rusia di sisi lain.

Putin mengatakan bahwa tak lama setelah ia mengirim pasukan ke Ukraina, Moskow dan Kyiv hampir menyetujui gencatan senjata tetapi gencatan senjata itu ditorpedo oleh Inggris.

Menurut laporan Reuters, bulan lalu saran Putin soal gencatan senjata di Ukraina untuk membekukan perang ditolak oleh Amerika Serikat setelah terjadi kontak antar perantara.

Putin menggambarkan perang Ukraina sebagai pertempuran eksistensial antara peradaban suci Rusia dan Barat yang arogan, yang menurutnya sedang mengalami kemunduran budaya, politik dan ekonomi dan berusaha mempermalukan Rusia setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Negara-negara Barat menganggap invasi Putin sebagai perampasan tanah bergaya kekaisaran yang menantang tatanan internasional pasca-Perang Dingin dan mengadu Rusia dengan Barat.

Ukraina mengatakan mereka berjuang untuk eksistensinya dan tidak akan berhenti sampai setiap tentara Rusia diusir dari wilayahnya.

Zelenskiy mengatakan pekan lalu bahwa Rusia tidak akan diundang ke pertemuan puncak perdamaian pertama yang akan diadakan di Swiss.