Aturan Minum Obat bagi Pasien Penyakit Jantung Saat Puasa

ERA.id - Bagi pasien penderita penyakit dalam seperti jantung, minum obat secara rutin merupakan hal yang wajib dilakukan. Hal itu juga berlaku selama berpuasa di bulan Ramadan untuk kesehatan jantung tetap terjaga.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus konsultan intervensi di Heartology Hospital, dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K), mengatakan bahwa minum obat bagi pasien penyakit jantung selama puasa dapat disesuaikan.

Waktu konsumsi obat tergantung dengan jenis obatnya. Jika merupakan obat pengencer  yang digunakan untuk penyakit jantung koroner, maka mengonsumsinya harus setelah makan.

Hal tersebut karena obat pengencer termasuk golongan yang sifatnya asam. Jadi, mengonsumi obat tersebut bisa pagi setelah sahur, atau malam setelah berbuka puasa.

"Jadi itu tergantung obat, banyak jenis obat. Cuma kalau yang berhubungan dengan masalah penyakit jantung koroner, obat pengencer yang golongan acetylsalicylic itu sifatnya asam, (dikonsumsi) harus setelah makan," jelas Dokter Adrianus saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Jadi apakah pagi saat sahur atau malam setelah buka. Makan pagi nggak masalah, makan malam nggak masalah," tambahnya.

Dokter Adrianus juga menyarankan untuk tidak membuat obat yang biasa dimakan siang hari ketika sedang berpuasa. Pasien harus membiasakan minum obat pagi atau malam saja, agar puasa tetap bisa berjalan dengan lancar selama Ramadan.

"Jadi disesuaikan saja. Jangan dibuat obat siang, dibikin pagi dan malam saja," pungkas Dokter Adrianus.