Kisah Terciptanya Bubur Kampiun, Kuliner Kreasi Khas Sumbar yang Diracik Tanpa Persiapan Apik

ERA.id - Bubur kampiun rupanya memiliki kisah tak nikmat rasanya. Kuliner aneka bubur yang dicampur menjadi satu ini dibuat tanpa persiapan matang.

Dilansir dari Antara, Kamis (14/3/2024), pemuda Bendungan Hilir (Benhil) Muhammad Fahri Fadilah menceritakan kisah dan alasannya berdagang "Bubur Kampiun" di Bazaar Takjil Benhil pada hari kedua Ramadan 1445 Hijriah.

Konon, ketika para tokoh adat di wilayah Bukittinggi mengadakan lomba kreasi bubur di desa Jambu Air, Kecamatan Banuhampu sekitar tahun 1960-an, nenek Amai Zona terlambat mengetahui informasi itu, sehingga persiapannya kurang apik.

Aneka bubur yang menjadi campuran Bubur Kampiun (Antara)

Kendati demikian, lomba yang dia ikuti dengan persiapan seadanya itu berhasil membuatnya menjadi juara, setelah nenek Amai meracik enam jenis bubur dagangannya yang belum laku terjual ke dalam satu wadah, yaitu bubur ketan putih, ketan hitam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, kolak pisang, dan biji salak.

Bubur yang membuatnya menjadi juara itu pun kemudian diberi nama Kampiun. Kampiun diambil dari bahasa Inggris "Champion" yang berarti pemenang.

Campur aduk aneka bubur legit dalam satu wadah memang tidak lazim pada masa itu, namun rupanya ketika diracik secara tepat menghasilkan cita rasa baru yang menggoyang lidah, dan menjadi salah satu idola terutama sebagai sajian manis untuk berbuka puasa.