Memahami Fenomena Equinox 2024, Ketika Siang dan Malam Berdurasi Sama

ERA.id - Pernahkah Anda membayangkan sebuah momen di mana siang dan malam memiliki durasi yang sama? Fenomena ini sudah biasa terjadi dan disebut equinox. Lantas bagaimana dengan fenomena equinox 2024?

Di Indonesia, equinox akan terjadi pada hari ini tanggal 20 Maret 2024. Equinox merupakan fenomena yang terjadi dua kali dalam setahun. Untuk itu mari kita bahas lebih dalam mengenai fenomena astronomi tersebut.

Fenomena Equinox 2024

Dilansir dari Live Science, ekuinoks Maret 2024 adalah peristiwa astronomi tahunan yang menandai perubahan musim di seluruh dunia.

Di Belahan Bumi Utara, ekuinoks Maret menandakan akhir musim dingin dan awal musim semi (itulah mengapa disebut juga ekuinoks vernal, atau ekuinoks musim semi).

Sementara itu, di Belahan Bumi Selatan pada hari ini menandai akhir musim panas dan awal musim gugur.

Ekuinoks berasal dari bahasa Latin yang berarti "malam yang sama panjang." Hal itu karena pada hari ini (dan beberapa hari sebelumnya dan sesudahnya) lamanya siang hari hampir persis yaitu 12 jam di kedua belahan bumi.

Bagaimana Equinox Terjadi?

Equinox adalah peristiwa astronomi yang disebabkan orbit bumi. Karena Bumi mengorbit matahari dengan kemiringan sekitar 23,5 derajat, berbagai bagian planet akan  menerima lebih banyak atau lebih sedikit sinar matahari pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.

Sebagai contoh, pada titik balik matahari musim panas di bulan Juni, Belahan Bumi Utara miring ke arah matahari dan menerima lebih banyak cahaya. Hal tersebut menjadikan hari terpanjang dalam setahun bagi penduduk utara, sementara Belahan Bumi Selatan akan miring dan mengalami malam terpanjang.

Namun, pada saat terjadi equinox, kemiringan Bumi akan sejajar dengan orbitnya, dan matahari tampak tepat di atas ekuator planet (daripada di utara atau selatannya). Hasilnya adalah malam yang sama di kedua belahan bumi.

Apakah Equinox Berbahaya (unsplash)

Apakah Equinox Berbahaya?

Equinox yang terjadi pada tanggal 20 Maret 2024 cukup ramai diperbincangkan, dan banyak yang khawatir tentang cuaca panas yang akan terjadi. Dilansir dari laman resmi UGM, Dr. Emilya Nurjani, Pakar Iklim Lingkungan menjelaskan mengenai fenomena equinox.

Meskipun equinox adalah fenomena alam yang normal, Emilya menjelaskan bahwa equinox dapat meningkatkan suhu rata-rata di Indonesia. Untungnya, kenaikan suhu tidak akan drastis.

Suhu rata-rata yang biasanya 26-23 derajat Celcius, diprediksikan akan naik menjadi 33-34 derajat Celcius selama equinox.

Meskipun rasa panik dan khawatir tentang equinox sedikit mereda, namun Anda tetap perlu mengantisipasi kenaikan suhu ini agar tidak mengganggu kesehatan.

Ahli Gizi UGM, Dr. dr. Emy Huriyati, menyarankan untuk minum minimal 8 gelas air putih per hari atau menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh untuk mencegah dehidrasi.

Perlu diketahui, dehidrasi yang tidak diantisipasi dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat kita rentan terhadap penyakit.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.

Fenomena equinox merupakan pengingat bahwa tubuh manusia perlu beradaptasi dengan perubahan lingkungan, baik cuaca panas maupun dingin. Dengan pengetahuan dan persiapan yang tepat, kita dapat menghadapi fenomena ini dengan lebih tenang dan menjaga kesehatan diri.

Selain fenomena equinox 2024, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…