Nyaman dan Anti Cedera, Tips Memilih Sepatu Sesuai Jenis Olahraga

ERA.id - Sebanyak 80% populasi manusia kurang melakukan aktivitas fisik. Dalam kondisi makan/minum normal, World Health Organization (WHO) menyarankan agar orang dewasa dengan usia antara 18 - 64 tahun sebaiknya melakukan aktivitas intensitas sedang (jalan cepat, bersepeda, berenang, menari) dalam durasi antara 150 - 300 menit; atau olahraga intensitas tinggi (mountain climbers, jumping jacks, high knees, push-up) selama 75 - 150 menit per minggu.

Namun, ketika melakukan aktivitas fisik atau olahraga, perlu diperhatikan alas kaki yang dikenakan. Ini berfungsi membuat nyaman bergerak dan terhindar dari cedera.

Dania Iriyani, Marketing Manager Fisik Sport mengatakan, olahraga atau aktivitas fisik akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh terutama jantung, mengurangi kemungkinan terjadinya depresi, serta meningkatkan kemampuan berpikir.

"Sehingga melakukan olahraga secara teratur penting untuk dilakukan oleh setiap orang," ungkap Dania Iriyani dalam keterangan resmi yang diterima Era.id.

Ia juga berbagi tips dalam memilih sepatu olahraga yang nyaman sesuai jenis olahraganya.

“Seperti olahraga lari misalnya. Selain disesuaikan dengan area tempat kita melakukan latihan, sepatu lari juga harus berbobot ringan (184 - 368 gram), berukuran satu nomor lebih besar daripada ukuran sepatu yang biasa kita pakai, dan memiliki cushion atau bantalan cukup untuk menyerap beban saat berlari," papar Dania.

Semantara itu, untuk olahraga angkat beban sendiri, memerlukan tipe sepatu yang berbeda. Latihan angkat beban memerlukan sepatu yang dilengkapi dengan sol tipis dan datar, agar dapat memberikan keseimbangan dan stabilitas pada saat kaki menopang beban.

"Sol tipis dan datar juga membantu kaki untuk lebih dekat dengan lantai, sehingga tenaga terdistribusikan secara lebih merata," jelasnya.