Tips Puasa Sehat bagi Penderita Asam Urat

ERA.id - Di bulan puasa, penderita asam urat mungkin merasa khawatir akan kondisi kesehatannya. Lantas, adakah tipsnya agar kesehatan tubuh tetap terjaga meski memiliki kadar urat yang tinggi? 

Untuk beberapa kondisi, penderita asam urat mungkin perlu berhati-hati sebelum memutuskan puasa. Orang yang punya asam urat boleh saja berpuasa, selama memperhatikan jenis makanan yang masuk.

Sebab, kadar asam urat dalam darah sangat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi.

Terlebih jika kadar asam urat tinggi yang Anda miliki hanya bersifat sementara. Dengan pola makan yang baik dan rendah purin, puasa justru dapat membantu manajemen asam urat tinggi.

Salah satu manfaat puasa bagi penderita asam urat adalah mampu meredakan peradangan. Namun, pastikan mengonsumsi makanan rendah purin saat sahur dan berbuka puasa agar tidak meningkatkan risiko terjadinya gout arthritis.

Selain itu, jika asam urat tinggi sudah menyebabkan masalah ginjal, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Sebab, puasa bisa meningkatkan risiko memburuknya masalah ginjal akibat dehidrasi atau elektrolit tubuh yang tidak seimbang.

Tips puasa sehat untuk penderita asam urat

Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan tinggi purin saat berpuasa. 

Ini beberapa pantangan makanan untuk penderita asam urat, seperti disampaikan oleh Dr. Gladys Sudiyanto, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Permata Hijau. 

Makanan dan minuman tinggi gula, terutama mengandung fruktosa yang terdapat dalam jus buah atau sirup jagung. 

  • Jeroan, seperti hati, paru, babat, otak, dan ginjal.
  • Daging merah, seperti domba, sapi dan kambing.
  • Daging buruan, seperti angsa, daging sapi muda, dan daging rusa. 
  • Makanan laut tertentu, seperti teri, kerang, sarden, tiram, ikan kod, kepiting, scallop , lobster, dan tuna.
  • Makanan tinggi lemak, termasuk gorengan.
  • Makanan mengandung ragi tinggi.
  • Makanan olahan, seperti makanan kalengan, daging olahan, sosis.

Beberapa jenis makanan di atas merupakan makanan tinggi purin sehingga bisa meningkatkan risiko kadar asam urat dalam darah jadi naik. 

"Jadi, pastikan memilih makanan berbuka dengan hati-hati," kata dokter Gladys.

Makanan sehat untuk penderita asam urat (Unsplash)

Rekomendasi makanan untuk sahur

Untuk orang yang memiliki kadar asam urat tinggi, makanan untuk sahur dan berbuka puasa yang dianjurkan adalah makanan yang rendah purin.

Selain itu, karena penderita asam urat tinggi harus menjaga berat badan idealnya, penting bagi mereka untuk memilih makanan yang tinggi serat, rendah lemak, dan mengandung protein tinggi.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi makanan yang baik dimakan penderita asam urat saat sahur dan berbuka puasa:

  • Protein, seperti ikan salmon, kedelai, dan telur.
  • Buah dan sayur, seperti ceri, jeruk, stroberi, sayuran hijau. 
  • Meski beberapa sayuran hijau mengandung tinggi purin, penelitian menyebutkan hal ini tidak berdampak pada kandungan asam urat dalam tubuh dan punya manfaat yang lebih banyak.
  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah serta roti dan pasta gandum utuh.
  • Produk susu rendah lemak, seperti yogurt dan keju.
  • Sementara itu, minuman yang baik dikonsumsi oleh penderita asam urat saat sahur dan berbuka adalah air putih dan susu tanpa  lemak (skimmed milk).
  • Penting untuk mengonsumsi air putih kurang lebih 2 liter setiap hari. 

Hal ini mencegah terjadinya pemekatan kristal asam urat di ginjal sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya kekambuhan asam urat di kemudian hari.

Kapan penderita asam urat sebaiknya tidak berpuasa?

Berpuasa bagi penderita asam urat sebenarnya boleh-boleh saja. Sebab, penelitian menyebutkan juga hampir tidak ada risiko yang signifikan untuk orang yang punya asam urat akan mengalami asam urat tinggi atau masalah ginjal akibat berpuasa.

Namun, beberapa kondisi tertentu memang membuat sebaiknya tidak perlu berpuasa.

"Misalnya saat gout sedang kambuh dan menyebabkan nyeri yang sangat hebat, Anda sebaiknya tidak berpuasa. Sebab, pada saat ini Anda mungkin saja butuh minum obat," ujar dokter Gladys. 

Orang yang telah mengalami komplikasi berupa penyakit ginjal kronis akibat asam urat yang tinggi juga sebaiknya tidak berpuasa. 

Sebuah penelitian menunjukkan orang yang memiliki penyakit ginjal kronis stadium 3 mengalami perburukan fungsi ginjal akibat berpuasa.

Ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya asupan cairan dan keseimbangan elektrolit yang terganggu selama berpuasa.

Bukan cuma itu, penderita asam urat juga sebaiknya segera membatalkan puasanya jika muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti:

  • Sangat haus
  • Mulut, bibir, dan lidah kering
  • Kliyengan, terutama saat berubah posisi dari duduk ke berdiri
  • Sakit kepala
  • Tidak buang air kecil
  • Urine berwarna gelap

Sebab, selain berbahaya bagi tubuh, dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko perburukan pada pasien asam urat.

Lebih lanjut, saat memutuskan hendak berpuasa, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Dokter mungkin akan mengizinkan Anda berpuasa jika kadar asam urat tinggi yang Anda alami bersifat sementara dan dapat membaik hanya dengan mengubah pola makan.

Akan tetapi, jika asam urat tinggi yang dialami sudah menahun bahkan menyebabkan komplikasi ke ginjal, konsultasi dokter bersifat wajib.

Dokter akan membantu menentukan jadwal minum obat pada penderita asam urat. Dokter mungkin mengubah dosis atau mengganti jenis obatnya agar Anda tetap dapat berpuasa.