Meksiko Keluarkan Peringatan Bahaya 'Obat Zombie', Dicampur ke Obat Penenang

ERA.id - Pemerintah Meksiko mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat atas penemuan obat penenang Xylazine dalam opioid atau 'obat zombie'. Jenis Xylazine yang ditemukan itu umumnya digunakan untuk hewan, bukan manusia.

Menurut laporan Reuters, para ilmuan berhasil menemukan obat penenang Xylazin dalam opioid di kota-kota perbatasan barat laut negara itu dengan Amerika Serikat. Kementerian Kesehatan Meksiko bersama dengan komisi kesehatan mental dan kecanduan (CONASAMA) langsung mengeluarkan peringatan pada 8 April 2024.

Peringatan pemerintah mengacu pada penelitian yang menguji 300 sampel residu narkoba di kota Tijuana dan Mexicali, yang mengidentifikasi Xylazine sebagai bahan pemalsuan dalam 35 residu heroin yang dicampur dengan fentanil dan 26 residu fentanil.

Penelitian yang sedang berlangsung dan belum dipublikasikan ini didanai oleh Dewan Nasional Sains dan Teknologi Meksiko (CONACYT). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zat pemalsuan dalam obat-obatan dan tidak secara spesifik mencari Xylazine.

“Kami terkejut menemukan Xylazine,” kata Clara Fleiz, peneliti di Institut Psikiatri Nasional Meksiko dan penulis utama studi tersebut.

Dalam bahasa Inggris, jenis obat penenang itu dikenal dengan 'traq dope' dan 'zombie drugs'. Xylazine yang dipecah menjadi heroin dan fentanil dalam beberapa tahun terakhir telah memperburuk bencana opioid di kota-kota AS seperti Philadelphia.

Xylazine merupakan obat penenang namun bukan opioid. Xylazine dapat membuat pengobatan pembalikan overdosis opioid menjadi kurang efektif dan meningkatkan risiko keracunan obat yang fatal, selain juga menyebabkan abses kulit parah yang dapat mengancam jiwa.

Kekhawatiran ini muncul di tengah tanda-tanda konsumsi fentanil, opioid sintetik berkekuatan tinggi yang memicu puluhan ribu overdosis mematikan setiap tahunnya di Amerika Serikat, menyebar di dalam perbatasan Meksiko.