KPK Tak Gentar Diteror

Jakarta, era.id - Juru Bicara KPK Febri Diansyah akhirnya angkat bicara soal teror bom yang di alamatkan kepada dua pimpinan KPK yaitu Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. 

Menurut Febri, meski mendapat teror, namun Agus, Syarif, dan tiga pimpinan KPK lainnya tetap bekerja seperti biasa. Bahkan, menurutnya pelaksanaan tugas baik pencegahan ataupun penindakan tetap dilakukan sesuai rencana sebelumnya.

"Jadi lima pimpinan hari ini hadir di kantor dan laksanakan tugas masing-masing. Ada pelaksanaan tugas di luar misalnya menjadi narasumber di Kemendikbud, kemudian, menerima tamu dari kedutaan negara lain untuk diskusi tentang pemberantasan korupsi dan diskusi-diskusi tentang penelitian di Kemenkes," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

"Kami juga lakukan laksanakan tugas penindakan dan pencegahan seperti yang biasa dilakukan setiap harinya sesuai dengan perencanaan," imbuhnya.

Selain itu, semua kegiatan yang berhubungan dengan pemberantasan korupsi seperti pemeriksaan saksi di Gedung KPK juga akan terus berjalan seperti biasa.

Meski begitu, Febri tak menampik jika pasca kejadian teror tersebut pihaknya kini harus terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Tak hanya itu, pihaknya mengaku telah terus mengikuti perkembangan terkait teror bom itu. Termasuk telah dikirimkannya tim dari kepolisian untuk mengusut pelaku teror.

"Tim ini tediri dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dan libatkan personel dari Densus 88," jelasnya.

Mantan aktivis antikorupsi itu menyebut, tim gabungan tersebut juga telah melakukan olah TKP dan analisis forensik. Sehingga ia meminta semua pihak tak mengkaitkan kasus teror tersebut dengan kasus-kasus korupsi yang tengah diusut oleh lembaga antirasuah.

"Saya belum bisa bicara lebih banyak tentang peristiwa tadi pagi apalagi kalau kita hubungkan dengan peristiwa yang lain. Jadi ada baiknya kita fokus dulu pada fakta-fakta yang dikumpulkan. Jadi publik juga dapat update dari Polri terkait penangannya," ucap Febri.

Sementara itu, terkait faktor keamanan, Febri mengaku saat ini pihaknya terus melakukan mitigasi resiko. Termasuk memaksimalkan keamanan bagi pegawai KPK.

"Mitigasi resiko saat ini masih berjalan dan ketika ada peristiwa atau kejadian, KPK kemudian melakukan proses mitigasi resiko tersebut. Jika dibutuhkan KPK akan melakukan penguatan aspek keamanan," tutupnya.

Tag: kpk teror bom di as