Ketika 'Banteng' Jadi Milenial Demi Anak Muda

Jakarta, era.id - Peran generasi milenial dalam urusan politik acap kali dipandang sebelah mata, selain faktor usia yang dianggap belum cukup matang, anak-anak muda juga bisa disebut minim pengalaman. Tapi di tahun politik Pemilu 2019, peran milenial ramai dikampanyekan partai politik. Jumlah mereka yang banyak, jadi magnet kuat untuk parpol.

Diperkirakan pemilih milenial --berusia 17 hingga 35 tahun-- berjumlah 40 persen dan total jumlah pemilih yang ada. Wajar makanya bila pemilih milenial menjadi kunci kemenangan, hingga akhirnya menarik hati para kandidat dan parpol pengusung untuk bertransformasi menjadi ala ala milenial.

Baca Juga : Megawati Ingatkan Cak Imin Sejarah Masa Lalu

Mendadak jadi milenial hampir selalu dilakukan partai politik dan kandidat pemilu, baik merubah diri secara personal maupun partai dengan membuat aktivitas maupun program pro-anak muda. Seperti yang saat ini dilakukan PDI Perjuangan.

Partai berlambang banteng bahkan meluncurkan atribut-atribut berlambangkan partai, mulai dari pakaian, musik, lukisan, dan juga kumpulan puisi, yang merepresentasikan anak muda. Atribut ini dipamerkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Di lokasi, Hasto memamerkan kaos-kaos berlogo banteng, sebagai lambang dari partai yang diketuai putri Proklamator, Megawati Sukarnoputri. Setelah itu, ia membacakan puisi dari buku yang turut dipamerkan.

Baca Juga : Diskusi dengan Milenial, Megawati Sharing Pengalaman Politik

"Pameran ini khusus fashion, seperti pakaian, musik, dan puisi. Ini bentuk pengorbanan cinta terhadap bangsa dan negara, sayangnya saya membacanya masih perlu belajar dengan para senior yang telah berpengalaman," ucap Hasto di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Konsep atribut milenial ini, kata Hasto pernah diluncurkan Megawati pada bulan September. Saat itu, PDIP menampilkan produk kreatif dan ternyata mendapat respons positif.

"Desain-desain ini pun lahir dari gagasan bersama. Sehingga kolaborasi itu dijabarkan dalam platform RedMe ini," ucap Hasto.

(Foto-foto Diah Ayu Wardani/era.id)

Atribut yang dikreasikan oleh anak muda simpatisan PDIP ini, kata Hasto, dibentuk dalam upaya menggambarkan suasana politik dengan inovasi dan kegembiraan.

"Karena itu lah kampanye yang dilakukan PDIP menampilkan watak dan jati diri orang muda tetapi penuh dengan semangat rasa cinta tanah air," jelas dia.

Supaya kamu tahu, menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih milenial saat ini mencapai 70-80 juta dari sekitar 193 juta pemilih. Artinya mencapai 35-40 persen yang memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu.

Infografis (era.id)

Tag: suara milenial sekjen pdi perjuangan hasto kristiyanto