TNI Berharap Tak Ada Konflik Panjang Usai Pedagang Es Gabus Ngaku Digebuk Aparat

ERA.id - Pedagang es gabus atau es kue, Sudrajat mengaku dianiaya oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat dituduh dagangannya berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Sabtu (24/1).

Saat itu, Sudrajat mengungkapkan dagangannya dituduh berbahan berbahaya. Sejumlah orang kemudian mendatanginya dan berpura-pura membeli es kue. Tak lama setelah itu, pedagang ini dibawa ke pos lalu dihajar.

"Lama-lama saya dikepung, ditonjok. Ditonjok, dikepung saya sama dia, (dihajar oleh) polisi sama tentaranya juga," kata Sudrajat kepada wartawan dikutip Rabu (28/1/2026).

Sudrajat pun meminta maaf dan menjelaskan hanya menjual es kue tersebut. Produknya berasal dari pemasok. Dia menawarkan tentara serta polisi untuk mengecek langsung ke tempat produksi di Depok.

Namun, pedagang itu tetap dianiaya. Aparat lalu meminta Sudrajat untuk tak lagi berjualan di wilayah Kemayoran. "(Selain luka di wajah), ini di dada, tiga kali disabet pakai itu, selang sama sepatu ditendang," ungkapnya.

"Dikurung (saya juga) di pos, dikurung saya dikurung (selama) sat jam," sambungnya.

Sudrajat lalu dibawa ke Polsek Kemayoran. Sejak kejadian itu, dia mengaku trauma dan takut untuk kembali berjualan di kawasan Kemayoran.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengatakan Propam sedang memeriksa Bhabinkamtibmas yang memviralkan dan diduga menganiaya Sudrajat. "Saat ini dalam proses pemeriksaan, baik dari Propam Polres dan Polda," ucap Reynold.

Terpisah, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono tak menjawab Babinsa yang terlibat dalam kasus ini akan diperiksa Puspom atau tidak. Donny hanya menyebut masalah ini merupakan kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut," ucap Donny.

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakpus, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan kekeliruannya atas sikapnya yang menyebut pedagang menjul es kue atau es gabus berbahan baku spons.

Dia memberikan klarifikasi bersama Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Serda Heri Purnomo. Aiptu Ikhwan pun meminta maaf usai videonya viral.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Ikhwan dalam video yang dibagikan Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1).